Sulseltimes.com, Wonosobo, Minggu, 18/10/2026 — Ayah balita yang sempat menangis sendirian di dalam tenda di kawasan Gunung Prau menyampaikan permohonan maaf kepada pengelola, pendaki, dan publik.
- Orang tua mendatangi basecamp Gunung Prau pada Sabtu, 17 Oktober 2026
- Ayah balita menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kelalaian
- Klarifikasi menjadi tindak lanjut setelah video kejadian beredar luas
- Pengelola mengingatkan pendaki mematuhi aturan dan menjaga anggota rombongan
- Keselamatan anak harus menjadi pertimbangan utama dalam pendakian
Klarifikasi disampaikan setelah orang tua anak mendatangi basecamp pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kedatangan itu merupakan tindak lanjut atas video yang memperlihatkan anak menangis di tenda ketika orang tuanya menuju puncak.
Akui Kelalaian
Dalam klarifikasi yang dibagikan pengelola Gunung Prau, sang ayah mengakui kelalaian dalam menjaga anak dan menyatakan peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi keluarganya.
Ia juga meminta penyebaran rekaman yang menampilkan wajah anak dihentikan. Permintaan ini penting untuk melindungi privasi anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Pengelola Ingatkan Aturan Pendakian
Pengelola Gunung Prau mengingatkan bahwa petugas tidak dapat mengawasi setiap pendaki secara personal. Setiap rombongan tetap bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh anggotanya.
Pendaki diminta membaca dan mematuhi ketentuan saat registrasi, termasuk larangan meninggalkan anggota rombongan tanpa pengawasan.
Peristiwa ini menegaskan bahwa keputusan melanjutkan perjalanan harus mempertimbangkan cuaca, jarak, kondisi fisik, dan kebutuhan anggota rombongan yang paling rentan, terutama anak-anak.







