Sulseltimes.com, Wonosobo, Sabtu, 17/10/2026 — Sebuah video memperlihatkan balita menangis di dalam tenda di kawasan Gunung Prau, Jawa Tengah, ketika orang tuanya menuju puncak.
- Balita ditemukan menangis di dalam tenda Gunung Prau
- Pendaki lain mendengar tangisan dan mendekati tenda
- Mereka menemani anak sampai orang tuanya kembali
- Ayah anak mengaku salah memperkirakan jarak menuju puncak
- Peristiwa memicu perhatian terhadap keselamatan anak saat mendaki
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan pendaki lain menghampiri tenda setelah mendengar tangisan cukup lama. Mereka kemudian menemani anak tersebut sambil menunggu orang tuanya kembali.
Pendaki Lain Datang Membantu
Dalam video, sejumlah pendaki terlihat berusaha menenangkan anak dan memastikan kondisinya aman.
Setelah kembali ke lokasi tenda, ayah anak menjelaskan bahwa ia salah memperkirakan jarak menuju puncak dan memutuskan turun lebih dahulu.
Belum ada keterangan resmi yang memastikan secara rinci berapa lama anak berada tanpa orang tua. Karena itu, angka durasi yang beredar di media sosial perlu diperlakukan secara hati-hati.
Keselamatan Anak Harus Diutamakan
Mendaki bersama anak memerlukan perencanaan khusus, termasuk penilaian cuaca, suhu, jarak tempuh, kondisi fisik, makanan, minuman, dan pengawasan terus-menerus.
Anak kecil tidak boleh ditinggalkan tanpa pendamping karena belum mampu menghadapi keadaan darurat secara mandiri.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan anggota rombongan harus lebih diutamakan daripada target mencapai puncak.







