Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 30 September 2026 — Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75%, sementara pelaku pasar memantau arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
- BI Rate berada di 5,75% sejak Juni 2026
- Keputusan suku bunga BI bergantung pada perkembangan data
- Arah kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor eksternal yang dipantau
- Ekonom menilai peluang perubahan BI Rate dipengaruhi nilai tukar dan arus modal
- Inflasi dan pertumbuhan kredit tetap menjadi pertimbangan
BI menunggu perkembangan data
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan keputusan suku bunga bersifat bergantung pada data.
“Tidak ada yang bisa mengatakan sekarang apa yang akan dilakukan BI dalam RDG bulan depan, RDG November, atau RDG Desember,” kata Erwin di Kantor Pusat BI, Jakarta.
Ekonom menilai risiko kuartal IV
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menilai peluang perubahan BI Rate pada kuartal IV-2026 dipengaruhi perkembangan kebijakan The Fed dan kondisi pasar keuangan global.
M. Rizal Taufikurahman dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menambahkan, tekanan depresiasi rupiah, arus modal keluar, dan perubahan ekspektasi inflasi dapat meningkatkan peluang pengetatan kebijakan.
Bank Indonesia terus memantau inflasi, nilai tukar, arus modal, dan pertumbuhan kredit sebelum menetapkan keputusan pada rapat dewan gubernur berikutnya.












