Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 01/08/2026 — PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) merespons imbauan OJK bagi bank KBMI I naik kelas ke KBMI II dengan target modal inti Rp6 triliun.
- BBYB merespons imbauan OJK naik kelas KBMI II
- Modal inti target Rp6 triliun hingga Rp14 triliun
- Direktur Utama Eri Budiono
- Menunggu juknis OJK dan strategi penambahan modal
Respon BBYB soal Imbauan OJK
Direktur Utama Eri Budiono mengakui pihaknya telah membahas kenaikan kelas dengan pemegang saham pengendali.
“Kita sudah membicarakan dengan pemegang saham pengendali kita tentunya bagaimana caranya” kata Eri Budiono Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Jumat 31/07/2026.
Kategori KBMI II mensyaratkan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.
Modal inti minimum BBYB tercatat Rp4,09 triliun berdasarkan laporan keuangan periode berakhir.
Eri mengatakan belum ada timeline khusus untuk mengejar modal inti Rp6 triliun.
Pihaknya menunggu petunjuk teknis dari OJK.
“Kita menunggu apa istilahnya juknis ya nanti ya dari OJK bagaimana timeline apa saja yang diperbolehkan” kata Eri.
Bank digital ini membuka opsi penambahan modal atau aksi korporasi lain.
Kinerja Semester I 2026 dan Target Defisit
Sepanjang semester I 2026 BBYB mencatat laba Rp294,85 miliar naik 6,81 persen year on year.
Namun bank milik Akulaku masih mencatat saldo defisit Rp1,59 triliun.
Eri berharap perolehan laba membantu mengejar modal inti minimum.
Ia menargetkan menutup saldo defisit pada tahun 2027.
“Kalau kita bisa terus run rate yang saat ini tahun 2027 mungkin kita bisa selesaikan itu” kata Eri.
Total aset mencapai Rp17,45 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp12,30 triliun.
Dana tabungan tumbuh 2,10 persen yoy menjadi Rp3,39 triliun.
Pendapatan Bunga Bersih (NII) tercatat Rp1,11 triliun.
Pendapatan berbasis komisi naik 6,77 persen yoy menjadi Rp59,66 miliar.
BBYB terus mengupayakan kinerja optimal guna memenuhi ketentuan OJK dan memperkuat struktur modal.















