Bisnis

Rupiah Melemah 8% Masuk Obligasi, Kabar Baik dari Minyak

Avatar of Sulsel Times
1
×

Rupiah Melemah 8% Masuk Obligasi, Kabar Baik dari Minyak

Sebarkan artikel ini
Rupiah Melemah 8% Masuk Obligasi, Kabar Baik dari Minyak
Rupiah Melemah 8% Masuk Obligasi, Kabar Baik dari Minyak
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 06/11/2026 —

Ringkasnya…
  • Rupiah melemah 8,45% dengan nilai tukar Rp18.077 per dolar AS
  • Arus modal asing US$500 juta masuk pasar obligasi Oktober 2026
  • Irman Faiz, Kepala Ekonom Bank Danamon, menyebut kabar baik
  • Penurunan harga minyak global berpotensi meningkatkan pasokan
  • Irman proyeksikan nilai tukar Rp18.032 per dolar AS akhir 2026
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Rupiah melemah 8,45% sejak awal tahun, menurun ke Rp18.077 per dolar AS pada 6 November 2026, namun arus modal asing senilai US$500 juta masuk pasar obligasi pada Oktober 2026 menjadi kabar baik menurut Irman Faiz.

Scroll Kebawah
Advertisement

Irman Faiz, Kepala Ekonom Bank Danamon, mengatakan masuknya arus modal asing menandakan investor asing percaya pada instrumen piutang Indonesia.

Dengan pertumbuhan arus modal, pemerintah dan bank sentral berharap stabilitas nilai tukar dapat diperkuat meski tekanan inflasi global masih tinggi.

Kabar Baik di Tengah Pelemahan Rupiah

Irman Faiz menilai masuknya arus modal asing pada pasar obligasi menandakan investor asing percaya pada instrumen piutang Indonesia.

Dengan pertumbuhan arus modal, pemerintah dan bank sentral berharap stabilitas nilai tukar dapat diperkuat meski tekanan inflasi global masih tinggi.

Prospek Minyak Dunia Meningkatkan Peluang Stabilitas Inflasi

Penurunan harga minyak mentah global berpotensi meningkatkan pasokan minyak, namun penurunan inflasi konsumen tidak segera karena kendala distribusi.

Bank sentral AS belum mampu menurunkan suku bunga karena inflasi masih menantang, menambah tekanan pada nilai tukar rupiah.

Irman proyeksikan rupiah akan menjadi Rp18.032 per dolar AS pada akhir tahun 2026 sementara arus modal asing masih menunggu penjelasan lebih lanjut.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *