Sulseltimes.com, London, Rabu, 14/10/2026 — Seorang pria Inggris bernama Rafal Goral menggunakan ChatGPT untuk membantu memahami surat dan menyiapkan draf pembelaan dalam sengketa denda parkir yang berlangsung sekitar tiga tahun.
- Rafal Goral menerima denda parkir £100 setelah pembayaran terlambat 16 menit pada Agustus 2023
- Ia menyatakan antrean, mesin yang hanya menerima uang tunai, dan sinyal buruk memperlambat pembayaran
- Nilai tagihan kemudian meningkat hingga sekitar £300
- Goral memasukkan surat-surat perkara ke ChatGPT untuk memahami pilihan respons dan menyiapkan draf pembelaan
- Perusahaan membatalkan perkara sebelum jadwal persidangan
Sengketa bermula saat Goral menggunakan tempat parkir berbayar di Newquay, Cornwall, pada Agustus 2023.
Ia mengatakan harus mengantre di mesin pembayaran dan kemudian mengetahui mesin tersebut hanya menerima uang tunai.
Goral lalu mengunduh aplikasi RingGo, tetapi proses pembayaran terhambat sinyal yang buruk.
Pembayaran tercatat 16 menit setelah kendaraannya memasuki area parkir.
Dua pekan kemudian, Smart Parking Limited menerbitkan tagihan £100.
Goral mengajukan keberatan, tetapi pada Januari 2024 menerima surat penagihan dengan nilai £170.
Setelah rangkaian korespondensi dengan penagih utang, nilai tuntutan disebut meningkat hingga sekitar £300 dan perkara direncanakan masuk pengadilan pada Oktober 2026.
Gunakan AI untuk Menyusun Respons
Goral menyimpan surat-surat yang diterimanya selama sengketa.
Ia kemudian memasukkan dokumen tersebut ke ChatGPT untuk meminta penjelasan mengenai langkah yang dapat dipertimbangkan dan menyusun draf respons.
Menurut Goral, alat AI itu juga membantunya menyiapkan draf pembelaan yang dikirimkan ke pengadilan.
Perusahaan kemudian membatalkan perkara dan dendanya sebelum jadwal persidangan.
Smart Parking Limited belum memberikan penjelasan publik mengenai alasan pembatalan tersebut.
Pengalaman Goral merupakan keterangan pribadi, bukan bukti bahwa penggunaan ChatGPT akan menghasilkan putusan yang sama dalam perkara lain.
Informasi hukum dari AI tetap perlu diperiksa kembali melalui sumber resmi atau tenaga profesional yang berwenang.















