Teknologi

OpenAI Siapkan Watermark Tak Terlihat di Teks ChatGPT untuk Pengguna Uni Eropa

Avatar of Sulsel Times
0
×

OpenAI Siapkan Watermark Tak Terlihat di Teks ChatGPT untuk Pengguna Uni Eropa

Sebarkan artikel ini
OpenAI Sisipkan Watermark Tersembunyi di Teks ChatGPT untuk Pengguna Uni Eropa
OpenAI Sisipkan Watermark Tersembunyi di Teks ChatGPT untuk Pengguna Uni Eropa
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026 — OpenAI akan menambahkan watermark tak terlihat pada teks ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di Uni Eropa dalam beberapa pekan ke depan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan transparansi EU AI Act.

Ringkasnya…
  • OpenAI akan menerapkan watermark teks ChatGPT dan Codex secara bertahap di Uni Eropa
  • Teknologi textGrain mengubah pola statistik pilihan kata tanpa menambahkan karakter tersembunyi
  • Pengguna API secara global dapat memilih mengaktifkan watermark untuk model yang didukung
  • Detektor awal hanya tersedia bagi peneliti dan organisasi ahli yang disetujui
  • Pengeditan dan parafrase dapat melemahkan kemampuan deteksi watermark
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

OpenAI mengumumkan pendekatan tersebut pada 5 Oktober 2026 dan menyebut peluncuran untuk pengguna ChatGPT serta Codex di Uni Eropa dilakukan secara bertahap.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Dalam beberapa pekan ke depan, kami akan menambahkan watermark tak terlihat pada output teks ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di Uni Eropa,” tulis OpenAI dalam pengumumannya.

Perusahaan menyebut watermark teks belum dijadikan standar global untuk ChatGPT saat peluncuran awal.

Di sisi lain, pelanggan API di berbagai negara dapat memilih mengaktifkan watermark teks untuk model yang didukung.

Cara Kerja Watermark textGrain

Teknologi yang digunakan OpenAI bernama textGrain.

Watermark ini tidak menambahkan logo, spasi tersembunyi, karakter khusus, atau tanda visual lain ke dalam jawaban.

Sinyal dibuat melalui pola statistik pada pilihan kata atau bagian kata yang digunakan model saat menyusun teks.

OpenAI mengatakan alat deteksi khusus dapat mencari pola tersebut untuk menilai apakah sebuah teks mengandung watermark dari sistemnya.

Watermark tidak menunjukkan identitas pengguna, akun, prompt, atau isi percakapan yang digunakan untuk menghasilkan teks.

Sinyal tersebut juga tidak membuktikan kepemilikan, kebenaran informasi, maupun seberapa besar kontribusi manusia terhadap sebuah tulisan.

Deteksi Bisa Melemah Setelah Teks Diedit

OpenAI mengakui teknologi watermark teks masih memiliki keterbatasan.

Dalam pengujian terhadap teks sepanjang 400 token, penggantian 10 persen kata dengan sinonim menurunkan tingkat deteksi dari sekitar 92 persen menjadi 66 persen.

Ketika 25 persen kata diganti, tingkat deteksi turun menjadi sekitar 17 persen.

Teks yang lebih pendek atau memiliki pilihan kata terbatas juga lebih sulit dideteksi secara konsisten.

Karena risiko false positive dan false negative, OpenAI belum membuka detektor watermark teks untuk publik secara umum.

Akses awal diberikan secara terbatas kepada peneliti dan organisasi ahli yang disetujui perusahaan.

OpenAI juga berencana membuka teknologi textGrain sebagai teknologi open source agar dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.

Bagi pengguna di luar Uni Eropa, watermark teks ChatGPT belum menjadi pengaturan bawaan global pada tahap peluncuran ini.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *