Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 04/10/2026 — Tuyul tidak pernah diketahui mencuri uang di bank. Para ahli mengungkap alasan di balik mitos tersebut.
- Tuyul tak pernah tercatat mencuri dari bank
- Anggapan umum: tuyul takut logam dan brankas bank, serta bank dijaga makhluk halus
- Perubahan ekonomi era 1870: kebijakan pintu terbuka Belanda menyebabkan kekayaan terkonsentrasi pada pedagang
- Para sejarawan seperti Ong Hok Ham menghubungkan kecurigaan petani terhadap pedagang dengan kepercayaan akan kerja sama supernatural termasuk tuyul
- Mitos tuyul sebagai pencipta kekayaan cepat muncul dari kecurigaan sosial terhadap pedagang kaya
Alasan di Balik Mitos
Anggapan bahwa tuyul takut logam dan brankas bank, serta bank dijaga makhluk halus, hanyalah asumsi belaka. Tidak ada catatan atau kesaksian yang membuktikan tuyul pernah merampok bank.
Menurut Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), kebijakan pintu terbuka Belanda pada tahun 1870 mengubah perkebunan rakyat menjadi perkebunan besar dan pabrik gula. Perubahan ini membuat petani kecil semakin miskin dan tidak berdaya, sementara pedagang pribumi dan Tiongkok menjadi kaya baru.
Kecurigaan Sosial dan Supernatural
Ong Hok Ham dalam Wahyu yang Hilang Negeri yang Guncang (2019) menulis bahwa petani menganut sistem subsisten dan menganggap kekayaan pedagang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini memicu kecurigaan bahwa pedagang bersekutu dengan makhluk kasat mata, termasuk tuyul, untuk mencuri kekayaan.
George Quinn dalam An Excursion to Java’s Get Rich Quick Tree (2009) mencatat bahwa petani menuduh pedagang mencuri karena tidak dapat membuktikan asal usul kekayaan mereka. Dalam masyarakat yang kental dengan mistik, tuduhan pencurian dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan tuyul.
Akibatnya, tuyul menjadi sosok yang populer sebagai makhluk yang dapat meningkatkan kekayaan dalam waktu singkat. Pedagang yang membeli properti seperti tanah atau rumah sering dicurigai memelihara tuyul dan setan.
Para ahli menyimpulkan bahwa mitos tuyul sebagai pencuri bank lebih mencerminkan ketegangan sosial dan ekonomi pada abad ke-19 daripada kemampuan supernatural makhluk tersebut.











