Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 03/10/2026 — Kondisi ekonomi seseorang dapat dilihat dari sejumlah indikator sehari-hari, mulai dari tempat tinggal hingga kemampuan menabung.
- Tempat tinggal menjadi salah satu indikator kelas ekonomi
- Pekerjaan mencerminkan posisi seseorang dalam struktur ekonomi
- Tabungan dan investasi menjadi penyangga keuangan
- Gaya hidup menunjukkan tingkat stabilitas finansial
- Pendidikan tinggi berkaitan dengan akses pekerjaan bergaji lebih baik
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menurun hingga level terendah. Pemerintah menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai perhatian utama.
Mengutip GoBankingRates, terdapat lima ciri yang kerap melekat pada segmen kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Indikator dari Tempat Tinggal hingga Pekerjaan
Tempat tinggal adalah salah satu pengeluaran terbesar bagi satu keluarga. Kesulitan mampu tinggal di rumah nyaman dan aman di lingkungan layak bisa menjadi indikator kelas menengah bawah atau kelas bawah.
Pekerjaan juga mencerminkan posisi ekonomi. Pekerjaan seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, dan jasa kebersihan biasanya menunjukkan tingkat ekonomi yang lebih rendah. “Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” kata Nathan Brunner, CEO Salarship. Sebaliknya, pekerjaan yang hanya membutuhkan keahlian rendah atau posisi sementara dengan upah rendah umumnya menempatkan seseorang di kelas bawah.
Tabungan, Gaya Hidup, dan Pendidikan
Tabungan dan investasi menjadi penyangga keuangan. Tidak memiliki cadangan cukup dan rencana pensiun bisa menjadi tanda termasuk golongan kelas bawah.
Gaya hidup juga menjadi pertimbangan. Kemampuan liburan tahunan, makan di luar, atau membeli barang baru tanpa khawatir mencerminkan stabilitas finansial. Apabila hal itu terasa berat karena keterbatasan anggaran, bisa jadi tanda kelas bawah.
Pendidikan tinggi biasanya membuka jalan ke pekerjaan bergaji lebih baik. Hambatan sistemik sering menghalangi individu kelas bawah mengakses pendidikan. Tidak mampu kuliah bisa menjadi indikasi berada di kelas bawah.
Kelima indikator tersebut memberikan gambaran umum tentang posisi seseorang dalam struktur kelas ekonomi.







