Nasional

Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal Saat Orientasi, Polisi Selidiki Memar dan Ruam

Avatar of Sulsel Times
0
×

Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal Saat Orientasi, Polisi Selidiki Memar dan Ruam

Sebarkan artikel ini
Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh menyelidiki kematian taruna Poltekpel Malahayati Aceh
Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan kasus meninggalnya taruna Poltekpel Malahayati Aceh. Dokumentasi Humas Polresta Banda Aceh.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Banda Aceh, Senin, 28 September 2026 — Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla (18) meninggal dunia setelah sempat mengalami demam tinggi, nyeri tenggorokan, dan ruam kemerahan saat menjalani masa orientasi kampus, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.

Ringkasnya…
  • Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla meninggal 27 September 2026
  • Korban sempat demam 39,7 derajat Celsius, nyeri tenggorokan, dan mengalami ruam
  • Polresta Banda Aceh masih menyelidiki penyebab kematian
  • Visum dan CT scan dilakukan, autopsi tidak dilanjutkan atas keputusan keluarga
  • Kampus membantah isu kekerasan saat orientasi dan menyerahkan proses kepada polisi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Polresta Banda Aceh telah melakukan penyelidikan awal dan mendatangi lingkungan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh untuk menelusuri rangkaian kejadian sebelum korban meninggal.

Scroll Kebawah
Advertisement
Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh menyelidiki kematian taruna Poltekpel Malahayati Aceh
Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan kasus meninggalnya taruna Poltekpel Malahayati Aceh. Dokumentasi Humas Polresta Banda Aceh.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan penyidik berkoordinasi dengan dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin untuk memeriksa kondisi jenazah.

“Penyelidikan ini untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa,” kata Miftahuda Dizha Fezuono, Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Senin, 28 September 2026.

Kronologi Sebelum Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal

Berdasarkan penyelidikan awal polisi, Muhammad Rasya Fadilla mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu, 26 September 2026 setelah mengeluhkan demam dan nyeri tenggorokan.

Pemeriksaan awal mencatat tekanan darah korban 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh 39,7 derajat Celsius.

Korban kemudian mendapat penanganan medis berupa pemasangan infus serta obat untuk membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri.

Pada Minggu, 27 September 2026, ruam kemerahan mulai muncul pada tubuh korban dan dilaporkan semakin bertambah ketika dilakukan observasi.

Tim medis kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Korban selanjutnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu sore.

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Medis dan Forensik

Polisi menyatakan pemeriksaan luar dilakukan melalui visum et repertum dan CT scan untuk mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk temuan memar maupun ruam kemerahan.

Pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan autopsi karena keluarga korban tidak memberikan izin.

Berdasarkan keterangan sementara dokter forensik RSUDZA, dugaan awal mengarah pada kondisi sakit, namun polisi belum menetapkan penyebab pasti kematian karena hasil pemeriksaan medis dan forensik masih ditunggu.

Penyidik juga akan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati Aceh serta saksi lain yang mengetahui kondisi korban sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Di tengah proses penyelidikan, muncul informasi mengenai dugaan kekerasan saat masa orientasi kampus.

Polresta Banda Aceh belum menyimpulkan adanya kekerasan dan masih menelusuri seluruh keterangan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Tidak benar adanya kekerasan. Masih dalam tahap pemeriksaan,” kata Andriyan, Pengelola Kehumasan Poltekpel Malahayati Aceh, Senin, 28 September 2026.

Pihak kampus menyatakan menyerahkan pemeriksaan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Muhammad Rasya Fadilla masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik serta pendalaman penyidik Polresta Banda Aceh.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *