Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 27/09/2026 — Presiden Direktur Maybank Sekuritas, Ray Aditya Laksana, membahas peluang bisnis sekuritas baru di tengah ketidakpastian pasar tahun 2026.
- Ray Aditya Laksana menyebut rebalancing saham Indonesia oleh MSCI akan berlangsung pada November 2026.
- Ia memperkirakan Indonesia akan tetap berada di kategori pasar emerging jika reformasi bursa terus mengalami kemajuan dan diverifikasi.
- Pelaku pasar berharap MSCI memberikan kejelasan atas perbaikan transparansi dan investability di Indonesia.
- Maybank Sekuritas merencanakan aksi korporasi dan mencari perusahaan potensial untuk IPO dan penerbitan obligasi di tengah keterbatasan IPO 2026.
- Perusahaan sekuritas mengincar peluang baru dari mekanisme PALN BEI yang memungkinkan broker menawarkan akses transaksi efek Indonesia ke luar negeri.
Ray Aditya Laksana, Presiden Direktur Maybank Sekuritas, mengatakan rebalancing saham Indonesia oleh MSCI akan berlangsung pada November 2026. Ia memperkirakan Indonesia akan tetap berada di kategori pasar emerging jika reformasi bursa terus mengalami kemajuan dan dapat diverifikasi.
Pelaku pasar berharap MSCI memberikan kejelasan atas perbaikan transparansi dan investability yang telah diupayakan di Indonesia.
Rencana Korporasi Maybank Sekuritas
Maybank Sekuritas memiliki sejumlah rencana aksi korporasi dan aktif mencari perusahaan yang berpotensi melakukan IPO atau menerbitkan obligasi. Di tengah keterbatasan IPO pada tahun 2026, baik di pasar domestik maupun global, langkah ini menjadi salah satu fokus perusahaan.
Perusahaan sekuritas juga mengincar peluang bisnis baru dari mekanisme Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) yang direncanakan BEI. Mekanisme ini memungkinkan pialang menawarkan akses transaksi efek Indonesia ke pasar luar negeri.
Perkembangan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar yang masih tinggi pada 2026.







