Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 24/09/2026 — Dua petinggi Astra International turun tangan beli saham, dengan total nilai transaksi mencapai puluhan miliar rupiah.
- Presiden Direksi Rudy membeli 4.4 juta saham ASII seharga Rp21,14 miliar
- Rudi dan Prijono Sugiarto tambah kepemilikan saham ASII secara bertahap
- Dari transaksi tersebut, kepemilikan Rudy naik dari 1,2 juta menjadi 5,6 juta lembar saham
- Prijono Sugiarto beli 8.700 lembar saham seharga Rp42,19 juta
- Kedua transaksi dilakukan dengan tujuan investasi
Dua petinggi Astra International turun tangan beli saham, dengan total nilai transaksi mencapai puluhan miliar rupiah. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Presiden Direksi Rudy membeli saham ASII sebanyak dua kali dalam periode dekat.
Transaksi pertama tercatat pada [TANGGAL], Rudy membeli 2.200.000 lembar saham seharga Rp4.820 per lembar. Transaksi kedua dilakukan pada [TANGGAL], dengan pembelian 2.200.000 lembar saham lagi seharga Rp4.790 per lembar.
Kedua transaksi tersebut menelan biaya total sebesar Rp21.142.000.000, setara dengan Rp21,14 miliar. Dengan demikian, kepemilikan saham Rudy di ASII melonjak dari 1.200.000 lembar menjadi 5.600.000 lembar.
Sedangkan Prijono Sugiarto, anggota Dewan Komisaris Astra International, membeli saham ASII sebanyak 8.700 lembar pada [TANGGAL] seharga Rp4.850 per lembar. Transaksi ini menelan biaya sebesar Rp42.195.000.
Dengan pembelian tersebut, kepemilikan saham Prijono Sugiarto bertambah dari 5.587.100 lembar menjadi 5.595.800 lembar. Persentase hak suaranya tetap pada 0,0138%.
Transaksi Saham Astra International
Berdasarkan data BEI, kedua transaksi saham ini dilakukan dengan tujuan investasi. Rudy dan Prijono Sugiarto turun tangan beli saham guna meningkatkan kepemilikan pribadi di emiten sektor otomotif ini.
Kedua transaksi dilakukan secara terpisah namun dalam periode yang relatif dekat. Nilai total pembelian saham oleh kedua petinggi ini mencapai puluhan miliar rupiah.
Kenaikan Kepemilikan Signifikan
Dengan transaksi Rudy, kepemilikan sahamnya melonjak empat kali lipat. Sementara untuk Prijono Sugiarto, penambahan sahamnya relatif kecil sehingga persentase hak suaranya tidak berubah.
Kedua transaksi ini menjadi bagian dari strategi internal di Astra International, di mana petinggi pun turun tangan beli saham guna mendukung nilai emiten.
Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkembangan terkait transaksi saham ini.















