Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 18/09/2026 — Investor asing melepas saham pertambangan senilai Rp229 miliar di Bursa Efek Indonesia, dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi yang paling banyak dijual.
- AMMN dijual bersih asing senilai Rp147,8 miliar
- Lima saham tambang terbesar dicatat dengan total jual bersih Rp229,1 miliar
- IHSG ditutup menguat 0,40% ke level 6.462,43
- AMMN pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 11,20 poin
- 407 saham menguat, 255 melemah, dan 301 tidak berubah
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham tambang dengan penjualan bersih asing terbesar. Investor asing menjual saham AMMN senilai Rp272,5 miliar dan membeli Rp124,7 miliar, sehingga terdapat penjualan bersih Rp147,8 miliar.
Total penjualan bersih asing pada lima saham pertambangan terbesar mencapai Rp229,1 miliar. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penjualan bersih Rp42,2 miliar, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp33,5 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp13,8 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp13,5 miliar, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp11,8 miliar.
Jika digabungkan, keenam saham tersebut mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp262,6 miliar.
Dampak pada IHSG
Penjualan asing terhadap AMMN sejalan dengan kontribusi negatif saham tersebut terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). AMMN menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 11,20 poin, diikuti TLKM dengan kontribusi negatif 2,76 poin.
Meski demikian, IHSG tidak berakhir di zona merah. Indeks ditutup menguat 0,40% atau naik 25,58 poin ke level 6.462,43.
Pergerakan Pasar
Dari sisi pergerakan pasar secara keseluruhan, sebanyak 407 saham menguat, 255 saham melemah, dan 301 saham tidak berubah.
Berikut 10 saham dengan penjualan bersih asing terbesar pada perdagangan kemarin: AMMN Rp147,8 miliar; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp122,5 miliar; INCO Rp42,2 miliar; MBMA Rp33,5 miliar; PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp30,9 miliar; PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp25,6 miliar; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp24,2 miliar; PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp15,4 miliar; PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp14,4 miliar; dan TINS Rp13,8 miliar.















