Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 16/09/2026 — PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana membeli kembali sahamnya senilai maksimal Rp500 miliar mulai hari ini, Rabu, 16/09/2026, melalui mekanisme pembelian di bursa efek.
- Buyback senilai Rp500 miliar
- Biaya maksimal Rp500 juta
- Dana dari internal perusahaan
- Berlangsung selama tiga bulan
- EPS pro forma naik ke Rp81,44
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan menjalankan program buyback selama tiga bulan ke depan. Periode tersebut dapat diakhiri lebih awal oleh perseroan selama tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kalbe Farma memperkirakan biaya jasa perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya paling tinggi mencapai 0,1% dari total nilai pembelian kembali saham. Jika seluruh rencana dilaksanakan hingga batas maksimal Rp500 miliar, biaya tersebut setara dengan sekitar Rp500 juta.
Dana dari Internal, Berdampak pada Pendapatan Bunga
Dana yang digunakan untuk pembelian kembali saham berasal dari kas internal perusahaan. Penggunaan dana tersebut akan berdampak terhadap pendapatan bunga Kalbe Farma.
Menurut manajemen Kalbe Farma, apabila seluruh rencana buyback terlaksana, pendapatan bunga perseroan diperkirakan turun sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir. Namun, manajemen menilai penurunan tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
EPS Pro Forma Naik Setelah Buyback Penuh
Kalbe Farma memperkirakan pelaksanaan buyback secara penuh akan berdampak positif terhadap laba per saham atau earnings per share (EPS). Setelah memperhitungkan penurunan pendapatan bunga dan berkurangnya jumlah saham beredar, EPS pro forma setelah seluruh buyback diperkirakan mencapai Rp81,44 per saham.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan laba per saham yang dibukukan perseroan pada tahun buku sebelumnya, yaitu sebesar Rp80,51 per saham. Kenaikannya mencapai sekitar Rp0,93 per saham atau kira-kira 1,15%.
Tujuan Buyback dan Mekanisme Saham Treasuri
Perseroan berharap program buyback dapat memberikan keyakinan kepada investor terhadap nilai fundamental saham Kalbe Farma. Selain itu, pembelian kembali saham dianggap memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal untuk jangka panjang.
Saham yang dibeli kembali akan menjadi saham treasuri yang dapat dialihkan di kemudian hari dengan tetap mempertimbangkan nilai optimal bagi peningkatan nilai pemegang saham. Mekanisme ini memberikan fleksibilitas kepada perseroan dalam menentukan pemanfaatan saham hasil buyback sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Dengan dimulainya program buyback ini, Kalbe Farma menjadi salah satu perusahaan farmasi yang mengaktifkan pembelian kembali sahamnya di tengah pasar.















