Bisnis

Giovanni Ferrero, Miliarder Pewaris Bisnis Cokelat Terkaya Kedua di Italia

Avatar of Sulsel Times
0
×

Giovanni Ferrero, Miliarder Pewaris Bisnis Cokelat Terkaya Kedua di Italia

Sebarkan artikel ini
Giovanni Ferrero, Miliarder Pewaris Bisnis Cokelat Terkaya Kedua di Italia
Giovanni Ferrero, Miliarder Pewaris Bisnis Cokelat Terkaya Kedua di Italia
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 30/08/2026 — Giovanni Ferrero menempati posisi orang terkaya kedua di Italia dengan kekayaan bersih US$47,3 miliar berkat kekuasaan bisnis cokelat Ferrero Group.

Ringkasnya…
  • Giovanni Ferrero orang terkaya kedua di Italia
  • Kekayaan bersih US$47,3 miliar per Forbes
  • Pemilik brand Nutella, Kinder, Ferrero Rocher
  • Mengambil alih kepemimpinan penuh 2015
  • Akuisisi besar Thornton's dan bisnis permen Nestle
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Berdasarkan data Forbes, Minggu, 30/08/2026, kekayaan bersihnya mencapai US$47,3 miliar menempatkannya di peringkat ke-38 orang terkaya global dan kedua di Italia.

Scroll Kebawah
Advertisement

Ia memimpin Ferrero Group, perusahaan di balik brand global seperti Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, dan Butterfinger.

Ekspansi dan Akuisisi Strategis

Giovanni mengambil alih kepemimpinan sebagai CEO tunggal usai saudaranya Pietro Ferrero meninggal dunia pada 2011.

Setelah ayahnya Michele Ferrero wafat pada 2015, ia menjabat Executive Chairman dengan kendali penuh perusahaan.

Di bawah kepemimpinannya, Ferrero Group melakukan ekspansi agresif melalui akuisisi.

Pada 2015, perusahaan membeli Thornton’s senilai US$170 juta.

Tiga tahun kemudian, Ferrero mengakuisisi unit bisnis permen Nestle termasuk Butterfinger dan BabyRuth senilai US$2,8 miliar.

Asal Usul dan Warisan Bisnis

Di sisi lain, Giovanni dikenal sebagai novelis dengan delapan karyanya dan menjaga kehidupan pribadi dengan sangat ketat.

Selai cokelat Nutella saja mencatat pendapatan hingga US$19 miliar per tahun.

Sejarah Ferrero bermula dari toko kue Pietro Ferrero di Dogliani, Italia, pada 1923.

Selama Perang Dunia II, kelangkaan cokelat mendorong Pietro menciptakan alternatif berbahan hazelnut yang kemudian menjadi cikal bakal Nutella.

Hingga kini, Ferrero Group tetap menjadi salah satu raksasa makanan terbesar di dunia dengan warisan bisnis yang dimulai dari kebutuhan masa perang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *