Bisnis

Operator Teleprompter Gedung Putih Denda Rp1 Miliar Kasus Insider Trading Pidato Trump

Avatar of Sulsel Times
0
×

Operator Teleprompter Gedung Putih Denda Rp1 Miliar Kasus Insider Trading Pidato Trump

Sebarkan artikel ini
Operator Teleprompter Gedung Putih Denda Rp1 Miliar Kasus Insider Trading Pidato Trump
Operator Teleprompter Gedung Putih Denda Rp1 Miliar Kasus Insider Trading Pidato Trump
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 29/08/2026 — Operator teleprompter Gedung Putih Gabriel Perez menyelesaikan kasus insider trading dengan regulator CFTC setelah memanfaatkan akses naskah pidato Presiden Donald Trump untuk bertaruh di platform prediksi Kalshi.

Ringkasnya…
  • Gabriel Perez menyelesaikan kasus insider trading dengan CFTC
  • Denda sipil US$65.000 dan pengembalian keuntungan US$107.000 serta larangan trading 3 tahun
  • Operator teleprompter Gedung Putih, CFTC, Kalshi, Donald Trump
  • Kasus diselesaikan pada Agustus 2026
  • Perez dinonaktifkan tanpa gaji dan menambah daftar penindakan pasar prediksi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Perez sepakat membayar denda sipil sebesar US$65.000 atau sekitar Rp 1,14 miliar. Ia juga menyerahkan keuntungan taruhan sebesar US$107.000 atau sekitar Rp 1,87 miliar dan dilarang beraktivitas trading selama tiga tahun. Kesepakatan itu dicatat berdasarkan laporan Wall Street Journal.

Scroll Kebawah
Advertisement

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menyatakan Perez memanfaatkan posisinya yang memiliki akses awal ke naskah pidato presiden. Informasi non-publik itu digunakan untuk memasang taruhan di platform prediksi Kalshi sejak Desember lalu.

Modus Taruhan Berbasis Naskah Pidato

Modus operandi Perez tercatat sederhana namun sistematis. Ia membaca naskah pidato Trump sebelum disampaikan lalu membeli kontrak “Ya” untuk kata-kata yang tertera di naskah dan posisi “Tidak” untuk kata yang tidak ada.

CFTC mencatat Perez mengubah posisi taruhan berdasarkan informasi rahasia isi pidato. Total ia terlibat di lebih dari selusin pasar prediksi terkait pidato Trump termasuk pidato kenegaraan Juli dan State of the Union Februari.

Platform Kalshi Mendeteksi dan Melaporkan

Platform Kalshi menjadi pihak pertama yang mencurigai pola taruhan Perez. Perusahaan mewawancarai Perez, membekukan akunnya, dan menahan lebih dari US$90.000 keuntungan sebelum melimpahkan hasil investigasi internal ke CFTC.

“Siapa pun yang melanggar aturan perusahaan atau hukum federal akan menghadapi konsekuensi tanpa memandang jabatan,” kata Kepala Penegakan Hukum Kalshi Robert J. DeNault, Sabtu, 29/08/2026.

Gedung Putih sebelumnya mengeluarkan memo pada Maret yang melarang staf berjudi di platform prediksi seperti Kalshi. Mantan Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan pihaknya tidak mengetahui aktivitas Perez dan menyebut Presiden Trump murka atas dugaan perdagangan informasi dalam oleh stafnya. Perez telah dinonaktifkan tanpa gaji sejak kasus ini mencuat.

Bagian dari Serangkaian Penindakan Pasar Prediksi

Kasus Perez menambah daftar penindakan otoritas AS terhadap penyalahgunaan informasi rahasia di pasar prediksi politik. Sebelumnya seorang tentara didakwa menggunakan informasi rahasia operasi penangkapan mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro untuk meraup keuntungan lebih dari US$400.000 di Polymarket.

Otoritas juga menyiapkan dakwaan terhadap anggota militer lain yang diduga meraup lebih dari US$1 juta dari taruhan terkait serangan militer di Iran dan Venezuela serta menyelidiki karyawan firma akuntansi KPMG terkait taruhan kinerja laba perusahaan publik. Dakwaan pada kasus-kasus tersebut berpotensi keluar musim gugur ini.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *