Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 29/08/2026 — CEO Sucor Sekuritas Bernadus Widjaya menilai ruang penurunan BI Rate tidak hanya ditentukan oleh inflasi domestik. Arah kebijakan The Federal Reserve, pergerakan rupiah, dan aliran dana asing turut menjadi pertimbangan penting.
- Ruang BI Rate dipengaruhi The Fed, rupiah, dan arus dana asing
- Data inflasi AS menjadi salah satu penentu langkah The Fed
- Suku bunga global memengaruhi daya tarik aset rupiah
- Stabilitas kurs membatasi ruang pelonggaran moneter
- Pernyataan merupakan pandangan pelaku pasar, bukan keputusan BI
The Fed dan Arus Modal
Menurut Bernadus, peluang The Fed menahan atau menurunkan suku bunga akan banyak dipengaruhi perkembangan inflasi Amerika Serikat. Ketika imbal hasil aset dolar berubah, investor global dapat menyesuaikan penempatan dananya, termasuk pada pasar negara berkembang.
Perubahan arus modal tersebut berpengaruh terhadap permintaan aset rupiah. Karena itu, Bank Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar.
Rupiah Menjadi Pertimbangan
Ruang penurunan BI Rate cenderung lebih terbuka ketika tekanan terhadap rupiah mereda dan aliran dana asing membaik. Sebaliknya, penguatan dolar atau keluarnya dana asing dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati.
Bernadus juga menyinggung valuasi sektor perbankan, komoditas, dan saham terkait kecerdasan buatan sebagai tema yang diperhatikan pasar. Pembahasan sektoral tersebut menjadi konteks pergerakan investasi, sedangkan keputusan BI Rate tetap merupakan kewenangan Bank Indonesia berdasarkan asesmen ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
Pernyataan Bernadus dirangkum dari wawancara yang dimuat StockThink. Pandangan tersebut bukan jaminan arah suku bunga maupun rekomendasi membeli efek tertentu.













