Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 22/08/2026 — David Steward, miliarder pendiri World Wide Technology (WWT), membangun kekayaan senilai US$12,4 miliar dengan berpegang pada prinsip keteguhan yang diinspirasi kisah Nabi Nuh.
- Kekayaan mencapai US$12,4 miliar
- Pendiri World Wide Technology
- Inspirasi dari kisah Nabi Nuh
- Bangkit dari lingkungan segregasi rasial
- Perusahaan teknologi dengan pendapatan US$20 miliar
Pengusaha asal Amerika Serikat itu menjadikan kisah Nabi Nuh yang membuat bahtera di saat banyak orang meremehkan sebagai filosofi bisnisnya.
“Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu,” kata David Steward kepada Forbes, Sabtu, 22/08/2026.
Dari Lingkungan Segregasi hingga Pendiri WWT
Steward tumbuh di lingkungan yang masih menerapkan segregasi rasial di AS. Ayahnya bekerja sebagai mekanik, petugas kebersihan, dan pengangkut sampah untuk menghidupi tujuh bersaudara.
Setelah kuliah di Central Missouri University, ia sempat bekerja di bidang penjualan untuk beberapa perusahaan sebelum memutuskan keluar untuk membangun bisnis sendiri.
Pada 1990, Steward bersama Jim Kavanaugh mendirikan World Wide Technology (WWT). Perusahaan itu awalnya berfokus pada distribusi perangkat keras dan perangkat lunak teknologi.
Kisah Nabi Nuh Jadi Pegangan Bisnis
Dalam perjalanan membangun WWT, Steward menghadapi keraguan dan cemoohan. Ia terinspirasi oleh kisah Nabi Nuh yang diperintahkan membuat bahtera sebelum banjir besar datang, meski banyak orang menertawakannya.
Bagi Steward, kisah itu mengajarkan pentingnya tetap mengerjakan sesuatu yang diyakini benar meski orang lain tidak memahami. Prinsip itu menjadi kunci ia bertahan saat industri teknologi belum sebesar sekarang.
Perlahan, keputusan Steward membuahkan hasil. WWT berkembang menjadi penyedia solusi teknologi global dengan lebih dari 12.000 karyawan dan pendapatan tahunan sekitar US$20 miliar.
Kini, Steward menjabat sebagai chairman WWT yang melayani klien besar seperti Citi dan Verizon. Forbes mencatat ia menjadi salah satu orang kulit hitam terkaya di dunia per Agustus 2026.







