Sulseltimes.com, Kairo, Sabtu, 22/08/2026 — Mahasiswa Mesir Mark Morad mengembangkan aplikasi ScribeMe yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan kamera untuk membantu tunanetra memahami lingkungan sekitar secara real-time.
- Mark Morad luncurkan ScribeMe untuk tunanetra
- Aplikasi AI deskripsikan lingkungan lewat kamera
- Terintegrasi dengan kacamata pintar Ray-Ban Meta
- Digunakan ribuan pengguna di 140 negara
- Tersedia gratis dengan opsi berlangganan
Mark Morad, berusia 20 tahun, mulai kehilangan penglihatan pada 2018 dan menjadi tunanetra total akhir 2021 akibat kondisi langka pada saraf optik. Adiknya, Karen Morad, mengalami nasib serupa.
Tantangan belajar mata pelajaran seperti fisika dan kimia yang penuh grafik dan diagram memicu Mark belajar pemrograman otodidak lewat YouTube. Pada 2023, ia meluncurkan versi awal ScribeMe untuk mengakses materi sekolah.
Dari Pengalaman Pribadi ke Solusi Teknologi
Aplikasi ini menjadikan kamera smartphone sebagai “mata”. AI memproses tangkapan kamera lalu mendeskripsikan objek, situasi, dan menjawab pertanyaan pengguna secara real-time. ScribeMe mendukung sekitar 20 bahasa, termasuk bahasa Arab yang Mark sebut sulit ditemukan di layanan pesaing.
Menurut KOMPAS.com, Mark pernah menghubungi pengembang aplikasi serupa di luar negeri namun tidak mendapat respons, sehingga ia membangun solusi sendiri.
Integrasi Kacamata Pintar dan Jangkauan Global
Kemampuan ScribeMe meluas setelah diintegrasikan dengan kacamata pintar Ray-Ban Meta. Kamera di kacamata menangkap sudut pandang pengguna, memproses gambar, dan menyampaikan informasi lewat suara. Hal ini membebaskan kedua tangan, memungkinkan pengguna tetap memegang tongkat saat berjalan.
Karen Morad memanfaatkan fitur ini saat berlibur ke Kenya pada Juni 2026. Saat safari, AI menjelaskan aktivitas hewan dan estimasi jaraknya. Sehari-hari, aplikasi membantu Karen menemukan ruang kelas, mengenali toko, dan memilih pakaian.
ScribeMe memenangkan Vodafone AI Assistive Tools Hackathon 2024, di mana Mark bertemu co-founder dan mulai mengembangkan produk secara luas. Berdasarkan data Reuters yang dihimpun KompasTekno, aplikasi ini kini digunakan ribuan pengguna di sekitar 140 negara.
Aplikasi tersedia gratis untuk iPhone dan Android. Fitur tambahan ditawarkan via berlangganan 20 dolar AS per bulan atau 200 dolar AS per tahun.








