Teknologi

Anthropic Perjelas Mekanisme Watermark Tersembunyi di Teks Claude Usai Tuai Kritik

Avatar of Sulsel Times
0
×

Anthropic Perjelas Mekanisme Watermark Tersembunyi di Teks Claude Usai Tuai Kritik

Sebarkan artikel ini
Anthropic Perjelas Mekanisme Watermark Tersembunyi di Teks Claude Usai Tuai Kritik
Anthropic Perjelas Mekanisme Watermark Tersembunyi di Teks Claude Usai Tuai Kritik
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 17/08/2026 — Anthropic memperjelas cara kerja watermark tersembunyi pada teks hasil chatbot Claude setelah kebijakan itu memicu kritik dan pembatalan langganan dari sejumlah pengguna.

Ringkasnya…
  • Anthropic perjelas watermark teks Claude usai tuai kritik
  • Watermark berbasis pola statistik pemilihan kata via SynthID Text Google DeepMind
  • Anthropic, Google DeepMind, EU AI Act
  • Senin, 17/08/2026, Jakarta
  • Pengguna khawatir watermark menempel pada pekerjaan non-generatif seperti editing dan terjemahan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Anthropic mempublikasikan FAQ di laman resminya untuk menanggapi kekhawatiran yang beredar di media sosial. Beberapa pengguna mengaku membatalkan langganan karena takut watermark ikut terbawa saat menyalin teks ke aplikasi lain, termasuk saat Claude hanya digunakan untuk mengoreksi, menerjemahkan, atau menulis kode.

Scroll Kebawah
Advertisement

Perusahaan AI pendiri Dario dan Daniela Amodei itu menegaskan watermark bukan berupa karakter atau kode tersembunyi yang bisa ditemukan dan dihapus dari dokumen. Sistem ini menggunakan teknologi SynthID Text yang dikembangkan Google DeepMind.

Watermark terbentuk melalui pola statistik pada pemilihan kata saat Claude menghasilkan teks. Model diatur memilih kata dari beberapa kemungkinan yang masuk akal agar membentuk pola tertentu yang hanya bisa dibaca sistem yang memiliki “kunci” deteksi. Manusia tidak akan melihat perbedaan saat membaca.

Batasan dan Penghapusan Watermark

Anthropic mengakui watermark ini bukan sistem yang mustahil dihilangkan. Pengeditan ringan kemungkinan tidak langsung menghapus watermark sepenuhnya karena pola statistik masih tersisa.

Namun, semakin banyak teks diubah, semakin lemah pola watermark yang bisa dideteksi. Jika seluruh tulisan ditulis ulang dan setiap kata diganti, watermark bisa hilang. Menurut Anthropic, pada titik itu teks sudah tidak layak disebut teks buatan AI penuh.

Dampak pada Penggunaan Non-Generatif

Kekhawatiran utama muncul karena Claude sering dipakai untuk proofreading, memperbaiki typo, tata bahasa, atau menerjemahkan. Anthropic menjelaskan kemampuan deteksi bergantung pada panjang teks dan banyaknya perubahan yang dilakukan model.

Apabila Claude hanya melakukan sedikit koreksi, hampir seluruh kata masih berasal dari manusia. Akibatnya, hanya ada sedikit atau tidak ada bagian yang membawa pola watermark. Sebaliknya, jika Claude menulis ulang banyak bagian, kemungkinan deteksi watermark menjadi lebih besar.

Anthropic menekankan watermark berbeda dari “AI detector” umum yang menebak asal tulisan dari gaya penulisan. Detektor watermark hanya mencari pola yang sengaja ditanam saat model menghasilkan teks. Sistem ini juga tidak otomatis mendeteksi teks dari AI lain karena pengembang lain bisa menggunakan kunci atau metode berbeda.

Soal privasi, Anthropic menjamin watermark tidak bisa digunakan untuk melacak identitas pengguna, akun, organisasi, maupun percakapan spesifik. Watermark hanya menunjukkan probabilitas teks berasal dari model Claude.

Penerapan ini berkait dengan aturan transparansi AI di Uni Eropa yang mulai berlaku. Anthropic menerapkannya global sebagai kepatuhan terhadap EU AI Act, bukan terbatas pada wilayah Eropa. Perusahaan juga menggunakan metadata provenance standar C2PA untuk file gambar dan berencana menyediakan API pendeteksi watermark. Anthropic menegaskan model AI besar lain juga menghadapi kewajiban transparansi yang sama.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *