Sulseltimes.com — Dokumen pendaftaran penawaran saham perdana Anthropic menempatkan potensi dampak katastrofik dan eksistensial kecerdasan buatan sebagai salah satu faktor risiko bagi investor.
- Reuters memperoleh dan menganalisis dokumen S-1 rahasia Anthropic
- Dokumen menyoroti potensi risiko katastrofik dan eksistensial AI
- Anthropic mencatat kerugian besar pada 2025
- Sebagian pendapatan perusahaan berkaitan dengan kemitraan cloud
- Jadwal dan valuasi IPO belum menjadi keputusan final
Reuters melaporkan pada 30 September 2026 bahwa dokumen S-1 tersebut diajukan secara rahasia dan belum menjadi prospektus final untuk publik.
Karena masih berupa dokumen rahasia yang diperoleh media, rincian penawaran, jadwal pencatatan, dan valuasi dapat berubah sebelum proses IPO dilanjutkan.
Risiko Teknologi dalam Dokumen Investor
Anthropic memperingatkan bahwa sistem AI yang semakin canggih dapat menimbulkan kemampuan atau perilaku yang sulit diprediksi.
Dokumen itu memasukkan kemungkinan kerugian besar bagi manusia sebagai risiko yang dapat memengaruhi operasi, reputasi, regulasi, dan hubungan perusahaan dengan pelanggan.
Pencantuman tersebut tidak berarti risiko itu pasti terjadi. Faktor risiko dalam dokumen IPO menjelaskan berbagai keadaan yang dapat merugikan perusahaan atau pemegang saham.
Kerugian dan Ketergantungan Infrastruktur
Menurut analisis Reuters, Anthropic mencatat kerugian bersih sekitar US$42 miliar pada 2025.
Sekitar US$34 miliar berasal dari penyesuaian akuntansi pembiayaan, sedangkan kerugian operasionalnya melebihi US$8 miliar.
Reuters juga melaporkan sekitar 16 persen pendapatan perusahaan berkaitan dengan kemitraan cloud bersama perusahaan teknologi besar.
Ketergantungan pada komputasi berskala besar menjadi salah satu tantangan utama karena biaya pelatihan dan pengoperasian model AI sangat tinggi.
Kontrol Pendiri
Dokumen tersebut menyebut struktur Founder LLC akan memberi tujuh pendiri Anthropic kendali 50,1 persen hak suara setelah IPO.
Struktur itu dapat membantu menjaga misi jangka panjang perusahaan, tetapi juga membatasi pengaruh pemegang saham publik terhadap keputusan strategis.
Investor tetap perlu menunggu dokumen final dan pengumuman resmi sebelum menilai jadwal, harga, serta struktur penawaran Anthropic.












