Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 14/08/2026 — Danantara akan mengkonsolidasikan 137 hotel milik BUMN serta menurunkan jumlah entitas BUMN menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun ini.
- Danantara konsolidasikan 137 hotel BUMN
- Jumlah entitas BUMN diturunkan 260 menjadi target 200
- CEO Danantara Rosan Roeslani
- Jakarta, Jumat 14/08/2026
- Efisiensi dan optimalisasi aset negara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memproses konsolidasi bisnis hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana 137 unit hotel. Langkah ini menjadi bagian dari program streamlining guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas aset negara.
“Kita punya ada 137 hotel, kita juga kita gabungkan,” kata Rosan Roeslani, CEO Danantara, Jumat, 14/08/2026. Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers terkait RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.
Konsolidasi Meluas ke Sektor Lain
Konsolidasi tidak hanya menyentuh sektor hotel. Rosan menyebutkan penggabungan perusahaan manajemen aset yang sebelumnya dimiliki terpisah oleh setiap bank dan lembaga keuangan di bawah BUMN. Upaya serupa juga dilakukan pada rumah sakit milik negara.
Hingga kini, Danantara telah menurunkan jumlah entitas BUMN sekitar 260 perusahaan dari total awal 1.074 entitas. Pengurangan dicapai melalui divestasi, merger, likuidasi, dan konsolidasi vertikal.
Target 200 Entitas Akhir Tahun
Danantara menargetkan jumlah perusahaan BUMN tersisa mencapai sekitar 200 entitas pada akhir tahun ini. Proses streamlining akan terus berlanjut untuk mencapai angka tersebut.
Rosan mengakui proses restrukturisasi ini berat dan tidak mudah karena harus mempertimbangkan berbagai aspek. Namun, ia menegaskan program ini krusial untuk menciptakan efisiensi serta mengoptimalkan aset milik negara.







