Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 14/08/2026 — PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 4,3 triliun pada semester I-2026 didorong pertumbuhan kredit 6,6% dan dana murah 6,9% secara tahunan.
- Laba sebelum pajak Rp 4,3 triliun
- Kredit tumbuh 6,6% YoY ke Rp 247,2 triliun
- CASA naik 6,9% YoY ke Rp 193,1 triliun
- NPL bruto turun ke 1,83%
- Total aset Rp 382 triliun
Pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing tumbuh 6,8% dan 6,5% year-on-year (YoY). Perusahaan mencatat earnings per share sebesar Rp 136,67.
“Pada periode yang sama, kami juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Lani Darmawan, Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Jumat, 14/08/2026.
Peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga berhasil mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih. Kualitas aset tetap terjaga dengan perbaikan gross non-performing loans (NPL) menjadi 1,83%.
Kinerja Keuangan dan Posisi Likuiditas
Modal dan likuiditas bank tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) 23,5% dan loan to deposit ratio (LDR) 90,4%. Total aset konsolidasian mencapai Rp 382,0 triliun, naik 6,7% YoY, memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 2,8% YoY menjadi Rp 269,3 triliun. Rasio CASA naik ke 71,7% mencerminkan keberhasilan mempererat hubungan nasabah dan meningkatkan pengalaman perbankan digital.
Pertumbuhan Kredit per Segmen dan Perbankan Syariah
Kredit korporasi tumbuh tertinggi 13,8% YoY. Perbankan komersial naik 4,6%, usaha kecil menengah (UKM) 2,9%, dan konsumer 0,1%. Kredit kepemilikan mobil (KPM) berkontribusi signifikan dengan pertumbuhan 4,7% YoY.
Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga mempertahankan posisi sebagai UUS terbesar di Indonesia. Total pembiayaan mencapai Rp 54,0 triliun dan DPK Rp 50,9 triliun. Pertumbuhan didorong segmen ritel dan perluasan jaringan komunitas untuk dana murah.
Ekosistem Digital dan Layanan Kekayaan
Lebih dari 90% transaksi nasabah terjadi عبر kanal digital. Aplikasi OCTO mencatat pertumbuhan transaksi reksa dana 48% YoY dan obligasi 112% YoY pada semester I-2026. Transaksi QRIS naik 65% YoY dan pembukaan rekening pertama via OCTO melonjak 89% YoY.
Jaringan fisik didukung 383 cabang, 38 Digital Branch, 28 Digital Hub, 2.123 ATM, dan 506.806 EDC/QR. CIMB Niaga juga meluncurkan CIMB Private Wealth untuk nasabah dengan dana kelolaan minimal Rp 5 miliar, menawarkan akses investasi regional dan perencanaan warisan.
“Sejalan dengan purpose kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat,” tambah Lani.
Pembiayaan berkelanjutan mencatat Rp 66 triliun atau 26,7% dari total outstanding. Bank terus mempercepat agenda dekarbonisasi dan implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) guna mendukung transisi ekonomi rendah karbon.















