Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 11/08/2026 — Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas, mencatatkan transaksi besar di pasar negosiasi senilai Rp 1,3 triliun dalam satu hari perdagangan.
- Transaksi nego Rp1,3 triliun dilakukan dalam 3 kali transaksi
- Sebanyak 13,3 juta lot atau 1,33 miliar saham DSSA berpindah tangan
- Harga rata-rata Rp 974 per saham, diskon 1,12% dari harga penutupan pasar reguler
- Transaksi bertepatan dengan jadwal pengalihan saham buyback DSSA
- Aliran dana asing net buy ke DSSA mencapai Rp1,4 triliun
Berdasarkan data perdagangan Stockbit, 13,3 juta lot atau setara 1,33 miliar saham DSSA berpindah tangan di pasar nego dengan harga rata-rata Rp 974 per saham. Total nilainya mencapai Rp 1.297,2 miliar atau sekitar Rp 1,3 triliun.
Harga transaksi berada di bawah harga penutupan DSSA di pasar reguler pada hari yang sama, yakni Rp 985 per saham. Artinya, transaksi nego jumbo itu dieksekusi dengan diskon sekitar 1,12% dari harga pasar.
Sinarmas Sekuritas Jadi Fasilitator Utama
Belum ada keterangan resmi dari manajemen DSSA mengenai identitas pihak yang melakukan transaksi tersebut. Namun, berdasarkan data distribusi broker di pasar nego, seluruh transaksi difasilitasi oleh broker dari internal grup Sinar Mas.
Di sisi penjual, seluruh transaksi senilai Rp 1,30 triliun dieksekusi oleh PT Sinarmas Sekuritas (kode broker DH). Sementara di sisi pembeli, transaksi terbagi antara PT RHB Sekuritas Indonesia (DR) senilai Rp 677,62 miliar dan Sinarmas Sekuritas (DH) sebesar Rp 619,12 miliar.
Bertepatan dengan Jadwal Pengalihan Saham Buyback
Transaksi ini terjadi bersamaan dengan jadwal pelaksanaan aksi korporasi DSSA. Manajemen sebelumnya mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 lembar saham atau setara 5% dari seluruh saham yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengalihan dilakukan melalui mekanisme penjualan di bursa. DSSA menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang bertugas melaksanakan proses pengalihan tersebut.
Aliran Dana Asing Deras Masuk
Aliran dana asing tercatat signifikan masuk ke saham DSSA. Di seluruh pasar, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,40 triliun, dengan nilai pembelian asing mencapai Rp 1,66 triliun berbanding penjualan asing Rp 258,66 miliar.
Namun, mayoritas aliran masuk itu bukan berasal dari pasar reguler. Net buy asing di pasar tunai dan negosiasi tercatat Rp 1,30 triliun, sementara di pasar reguler hanya Rp 105,34 miliar. Transaksi di pasar negosiasi dilakukan berdasarkan kesepakatan harga langsung antara penjual dan pembeli, sehingga tidak memengaruhi pembentukan harga penutupan saham di pasar reguler.
Sehari setelah transaksi nego jumbo tersebut, saham DSSA mengalami tekanan jual. Harga sempat dibuka menguat namun bergerak ke zona merah, menyentuh level terendah Rp 935 per saham atau melemah 5,08% dari penutupan sebelumnya. Sepanjang tahun ini, DSSA menjadi salah satu saham dengan pergerakan paling fluktuatif di bursa, seiring transformasi bisnis perseroan dari ketergantungan pada batu bara menuju energi baru terbarukan dan infrastruktur digital termasuk pengembangan pusat data.









