Bisnis

Nigeria Mantan Raja Sawit Dunia Kini Impor dari Malaysia

Avatar of Sulsel Times
0
×

Nigeria Mantan Raja Sawit Dunia Kini Impor dari Malaysia

Sebarkan artikel ini
Nigeria Mantan Raja Sawit Dunia Kini Impor dari Malaysia
Nigeria Mantan Raja Sawit Dunia Kini Impor dari Malaysia
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Lagos, Sabtu, 08/08/2026 — Nigeria yang dulu menguasai 43 persen pasokan minyak sawit mentah dunia kini hanya menyumbang 2 persen dan terpaksa mengimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Ringkasnya…
  • Nigeria pernah menguasai 43% pasokan CPO global kini tersisa 2%
  • Kebutuhan 2,7 juta ton per tahun produksi hanya 1,5 juta ton
  • Nigeria impor US$155 juta sepanjang 2024
  • Malaysia menawarkan bibit unggul dan transfer teknologi
  • Kerja sama dibuka lewat kantor MPOC di Lagos
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Data BusinessDay Nigeria menunjukkan kebutuhan minyak sawit Nigeria mencapai 2,7 juta ton per tahun. Produksi nasional baru menyentuh kisaran 1,5 juta ton. Selisih lebih dari satu juta ton dipenuhi melalui impor dari Malaysia, Indonesia, dan negara produsen lain.

Scroll Kebawah
Advertisement

UN Comtrade mencatat Nigeria mengeluarkan sekitar US$155 juta untuk mengimpor minyak sawit sepanjang 2024. Ketergantungan impor menambah tekanan terhadap devisa dan biaya pangan di negara Afrika Barat tersebut.

Produktivitas Rendah Jadi Masalah Utama

Presiden Oil Palm Growers Association of Nigeria (OPGAN) Joe Onyiuke menilai penurunan tajam ini mencerminkan ketimpangan serius antara kapasitas produksi dan permintaan domestik. Menurutnya persoalan utama bukan pada luas lahan melainkan produktivitas kebun yang rendah.

“Produktivitas kebun masih rendah akibat minimnya inovasi, penggunaan teknologi, keterbatasan pembiayaan, kebijakan pemerintah yang berubah-ubah, hingga belum adanya program peremajaan tanaman secara nasional,” kata Joe Onyiuke, Sabtu, 08/08/2026.

Sekitar 80 persen produksi sawit Nigeria masih berasal dari petani kecil yang mengelola tanaman semi-liar dengan metode panen dan pengolahan tradisional.

Malaysia Jadi Model dan Mitra

Sementara Nigeria kesulitan, Malaysia melaju jadi pemain utama industri sawit global. Data Malaysian Palm Oil Council (MPOC) menunjukkan Malaysia memproduksi sekitar 20,28 juta ton minyak sawit pada 2025 dan mengekspornya ke lebih dari 150 negara.

Industri sawit menyumbang sekitar US$27,5 miliar devisa ekspor Malaysia pada 2025 atau sekitar 3 persen PDB. Sektor ini juga menopang sekitar tiga juta lapangan kerja dari perkebunan hingga produk hilir berbasis sawit.

Pertumbuhan dibangun lewat investasi jangka panjang. Pemerintah Malaysia mengembangkan riset varietas unggul, menjalankan program replanting, memperluas pabrik pengolahan terpadu, memperkuat petani kecil, serta mendorong hilirisasi ke oleokimia dan bioenergi. Sistem ketertelusuran dan standar keberlanjutan memperkuat daya saing sawit Malaysia di pasar ekspor.

Kerja Sama Nyata Mulai Digulirkan

Malaysia kini membawa pengalaman tersebut ke Nigeria. Dalam ajang Malaysia Market Connect di Lagos, Chief Executive Officer MPOC Belvinder Sron menyatakan Malaysia siap membantu Nigeria melalui penyediaan bibit unggul, kerja sama penelitian, transfer teknologi, hingga investasi di sektor sawit.

MPOC juga telah membuka kantor perwakilan di Lagos untuk memperluas kerja sama dengan pelaku industri setempat. Menurut MPOC, Malaysia telah mengekspor sekitar 300 ribu ton minyak sawit dan produk turunannya ke Nigeria dalam satu tahun terakhir.

Bagi Nigeria kerja sama ini jadi peluang mempercepat peningkatan produksi dalam negeri. Bagi Malaysia Afrika berkembang menjadi pasar strategis sekaligus pintu memperluas pengaruh industri sawitnya lewat investasi, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *