Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 17/07/2026 — Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Ia datang dengan dukungan mayoritas pemilik suara internal partai, memperkuat posisinya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
- Ilham Arief Sirajuddin daftar calon Ketua Golkar Sulsel
- Dukungan 32 suara dari DPD II, organisasi pendiri, dan sayap partai
- Mantan kader Demokrat
- Musda Golkar Sulsel akan digelar setelah verifikasi
- IAS targetkan Golkar jaya di Pemilu 2029
Dukungan yang Terkonsolidasi
Dalam berkas yang diserahkan kepada panitia, IAS mengantongi total 32 dukungan. Rinciannya terdiri dari 22 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, tiga organisasi pendiri (Kosgoro, Soksi, MKGR), lima organisasi yang melahirkan (AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, Satkar Ulama), serta dua organisasi sayap (KPPG dan AMPG).
Besarnya dukungan tersebut menempatkan IAS sebagai figur terkuat dalam bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel. Jika tidak ada kandidat lain yang memenuhi syarat dukungan, peluang Musda hanya diikuti satu calon semakin terbuka.
Panitia masih akan melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen sebelum menetapkan calon resmi.
Pernyataan IAS Soal Amanah Pemilu 2029
IAS menyebut dukungan yang diterimanya bukan sekadar modal politik untuk maju dalam Musda, tetapi juga amanah untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan menghadapi Pemilu 2029.
“Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah putusan diskresi kepada saya, itu menjadikan sebuah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan sesuai dengan harapan yang diharapkan oleh Ketua Umum agar Golkar di Sulawesi Selatan bisa kembali jaya menghadapi Pemilu tahun 2029 yang akan datang,” ujar IAS usai menyerahkan berkas pendaftaran, Jumat, 17/07/2026.
Latar Belakang Politik IAS
Majunya IAS sebagai calon Ketua Golkar Sulsel juga menjadi penanda berakhirnya perjalanan politik yang sempat ia tempuh di Partai Demokrat. Setelah lama dikenal sebagai kader Golkar dan memimpin Kota Makassar selama dua periode, IAS bergabung dengan Demokrat dan menjadi salah satu tokoh yang diharapkan memperkuat partai tersebut di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, pada Musda Demokrat Sulsel Desember 2021, IAS memperoleh dukungan mayoritas dengan meraih 16 suara dari DPC, sementara pesaingnya Ni’matullah Erbe memperoleh delapan suara. Namun, DPP Partai Demokrat menetapkan Ni’matullah Erbe sebagai Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan, sehingga IAS tidak ditetapkan sebagai ketua.
Dinamika itu menjadi titik balik. Setelah beberapa waktu tetap berada di Demokrat, IAS memutuskan hengkang dan kembali ke Partai Golkar, partai yang sebelumnya menjadi tempat ia membangun karier politik hingga menjabat Wali Kota Makassar.
Proses Selanjutnya di Musda Golkar
Tahapan berikutnya, panitia Musda Golkar Sulsel akan memeriksa seluruh kelengkapan administrasi dan keabsahan surat dukungan yang telah diserahkan. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penetapan IAS sebagai calon resmi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang selanjutnya akan dipilih dalam forum Musda.
Kembalinya IAS ke Golkar kini berbuah peluang besar untuk memimpin partai di tingkat provinsi. Berbeda dengan situasinya saat berada di Demokrat, kali ini IAS datang dengan dukungan yang terkonsolidasi dari mayoritas pemilik suara internal Golkar.















