Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 04/07/2026 — Pasar obligasi menjadi faktor utama yang menentukan arah nilai tukar rupiah, menurut Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian. Arus modal asing yang lebih besar diperlukan untuk stabilisasi rupiah.
- Pasar obligasi penentu arah rupiah
- Arus modal asing diperlukan untuk stabilisasi
- Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian
- Jakarta, Sabtu, 04/07/2026
- Investor asing mulai kembali membeli obligasi Indonesia namun masih tahap awal
Pasar Obligasi Menjadi Kunci Stabilitas Rupiah
Fakhrul Fulvian mengatakan stabilisasi nilai tukar rupiah memerlukan capital inflow atau aliran masuk modal asing yang lebih besar.
Pasar obligasi dinilai sebagai faktor paling menentukan arah rupiah karena merupakan pintu masuk utama bagi aliran modal portofolio asing.
“Investor asing memang mulai kembali membeli obligasi Indonesia, namun menurut saya proses tersebut masih berada pada tahap awal,” ucap Fakhrul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 04/07/2026.
Imbal Hasil Harus Menarik di Tengah Risiko Global
Menurut dia, untuk menghasilkan arus modal yang berkelanjutan, pasar obligasi Indonesia perlu menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup menarik.
Hal ini penting dibandingkan dengan risiko global yang masih tinggi.
Ia melanjutkan langkah Bank Indonesia (BI) memperketat pengelolaan likuiditas merupakan fondasi yang tepat.
Sebagai informasi, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali menjadi 5,75 persen.
Upaya Stabilisasi Rupiah
Dengan demikian, upaya menjaga stabilitas rupiah sangat bergantung pada daya tarik imbal hasil obligasi domestik.
Arus modal asing yang masuk secara berkelanjutan menjadi syarat penting bagi penguatan nilai tukar rupiah ke depannya.











