Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 30/06/2026 — Pemerintah Indonesia rata-rata mengeluarkan Rp 73,5 triliun per tahun untuk belanja terkait iklim selama periode 2018-2024. Angka tersebut setara dengan sekitar 3 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Belanja iklim rata-rata Rp 73,5 triliun per tahun
- Mencapai 3 persen APBN
- Periode 2018-2024
- Kementerian Keuangan
- Masih ada kesenjangan pembiayaan iklim
Komitmen dan Kesenjangan Pembiayaan
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan pengeluaran tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mengatasi permasalahan iklim.
“Rata-rata pengeluaran tahunan untuk belanja terkait iklim mencapai lebih dari Rp 70 triliun,” kata Herman, Selasa, 30/06/2026.
Meskipun nominalnya besar, ia menilai hal itu juga menunjukkan masih adanya kesenjangan pembiayaan iklim yang signifikan. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
Periode dan Proporsi APBN
Data Kementerian Keuangan mencatat belanja iklim selama 2018-2024 mencapai rata-rata Rp 73,5 triliun per tahun. Angka ini mencakup berbagai program seperti energi terbarukan, konservasi hutan, dan pengelolaan bencana.
Proporsi belanja iklim terhadap APBN yang sebesar 3 persen dinilai masih perlu ditingkatkan. Pemerintah terus mencari sumber pembiayaan alternatif untuk menutup kesenjangan yang ada.












