Sulseltimes.com, Banjarmasin, Senin, 21/09/2026 — Sebanyak 22 penyintas kecelakaan KM Virgo Transport 8 tidak ditemukan dalam daftar manifes berisi 243 orang, sehingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin mencocokkan ulang identitas korban dengan data keberangkatan dari Surabaya ketika 123 orang masih dalam pencarian.
- KSOP Banjarmasin menemukan 22 dari 108 penyintas belum cocok dengan daftar manifes
- Manifes mencatat 243 orang dan operator sebelumnya menyatakan data sudah sesuai
- Heri Purwanto memeriksa kemungkinan perbedaan nama panggilan dan identitas KTP
- Pada 21 September, 108 orang selamat, 12 meninggal, dan 123 masih dicari
- Hasil verifikasi akan menentukan ketepatan pendataan korban serta informasi bagi keluarga
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyampaikan temuan tersebut saat memberikan perkembangan operasi pencarian di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu, 20 September 2026, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Menurut Heri, petugas menemukan perbedaan ketika mencocokkan identitas 108 orang yang selamat dengan nama-nama dalam manifes kapal yang diterima dari Surabaya.
Sebanyak 22 identitas penyintas tidak ditemukan dalam dokumen tersebut, meski jumlah orang yang berada di kapal selama ini mengacu pada angka 243.
KSOP kini memeriksa kembali data bersama pihak di Surabaya untuk memastikan penyebab ketidaksesuaian tersebut.
Salah satu kemungkinan yang ditelusuri ialah perbedaan penulisan nama, misalnya penumpang tercatat dengan nama panggilan ketika berangkat, tetapi menggunakan nama sesuai kartu tanda penduduk saat didata setelah diselamatkan.
Heri belum memastikan apakah ketidaksesuaian itu hanya berkaitan dengan identitas atau menandakan jumlah orang di kapal berbeda dari manifes yang digunakan dalam operasi pencarian.
Operator Sebelumnya Klaim Manifes 243 Orang Sudah Sesuai
PT Virgo Karya Shipping selaku operator kapal sebelumnya menyatakan manifes KM Virgo Transport 8 sudah mencakup seluruh orang yang berada di atas kapal.
General Manager PT Virgo Karya Shipping Yoel Rihi menyampaikan keterangan tersebut di Surabaya pada Senin, 14 September 2026, sebelum temuan perbedaan identitas 22 penyintas diumumkan KSOP.
Menurut rincian yang disampaikan Yoel, daftar berisi 243 orang itu meliputi 30 awak kapal, 60 penumpang pejalan kaki, 124 sopir dan kernet, serta 29 pekerja pendukung dan pengikut kapal.
Yoel juga menyebut pihak perusahaan memiliki daftar nama orang yang berada di kapal dan mempersilakan keluarga korban meminta informasi kepada operator.
Pernyataan operator mengenai kesesuaian jumlah orang tersebut belum menjawab temuan terbaru KSOP tentang 22 nama penyintas yang tidak cocok dengan manifes.
Karena pemeriksaan masih berlangsung, temuan 22 identitas yang tidak cocok tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bukti adanya 22 penumpang tambahan di luar angka 243.
Pencocokan nama penting agar daftar korban selamat, meninggal, dan belum ditemukan tidak mengalami penghitungan ganda atau kekeliruan identitas.
Dua Korban Kembali Ditemukan, 123 Orang Masih Dicari
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026, sebelum dilaporkan hilang kontak dan ditemukan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026.
Berdasarkan pembaruan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Senin, 21 September 2026, tim penyelam kembali menemukan dua korban meninggal di dalam kapal yang tenggelam.
Temuan itu membuat jumlah korban meninggal yang dilaporkan bertambah menjadi 12 orang, sementara 108 orang selamat dan 123 orang masih dalam pencarian berdasarkan total awal 243 orang.
Angka 123 orang merupakan pembaruan dari laporan hari kedelapan pada Minggu malam yang masih mencatat 125 orang belum ditemukan.
Basarnas telah memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari untuk melanjutkan penyisiran area kecelakaan dan upaya evakuasi korban.
Sementara pencarian berlangsung, KSOP masih harus menuntaskan verifikasi 22 identitas penyintas agar jumlah dan daftar nama korban yang dijadikan rujukan petugas serta keluarga dapat dipastikan.















