Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 21/06/2026 — Seorang guru sekolah dasar di Bali viral di media sosial karena cara uniknya mengoreksi lembar jawaban ujian siswa dengan menambahkan doodle lucu dan pesan jenaka.
- Guru SD kreatif
- Doodle dan humor
- Putu Putri Adelia Savitri
- Bali
- Membantu siswa menerima evaluasi dengan menyenangkan
Guru Bali Koreksi Ujian dengan Gambar Lucu
Guru bernama Putu Putri Adelia Savitri membagikan sejumlah lembar jawaban yang telah ia koreksi melalui media sosial.
Ia mengajar Bahasa Bali di sebuah sekolah dasar di Bali.
Dalam unggahannya, terlihat berbagai ilustrasi sederhana dengan ekspresi lucu yang disesuaikan dengan hasil pekerjaan para murid.
Mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 SD, semua mendapat perlakuan serupa.
Nilai Rendah Pun Dihiasi Doodle Jenaka
Salah satu lembar jawaban yang menarik perhatian adalah milik siswa yang memperoleh nilai 18.
Pada lembar tersebut, sang guru menggambar karakter dengan ekspresi kebingungan dan menuliskan kalimat bernada humor.
Siswa lain yang mendapatkan nilai 15 juga menerima doodle serupa dengan karakter yang tampak heran dan dipenuhi tanda tanya.
Cara ini dinilai membuat siswa lebih mudah menerima evaluasi tanpa merasa dipermalukan.
Pendekatan Kreatif untuk Umpan Balik
Metode yang digunakan Putri dianggap sebagai pendekatan kreatif dalam memberikan umpan balik kepada anak-anak.
Aldih-alih memarahi siswa karena nilai rendah, ia memilih menyampaikan pesan dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.
Menariknya, perhatian tidak hanya diberikan kepada siswa yang memperoleh nilai rendah.
Murid yang mendapatkan nilai 60 juga mendapat ilustrasi khusus berupa karakter yang tampak percaya diri disertai pesan penyemangat.
Melalui catatan tersebut, sang guru ingin menunjukkan bahwa usaha dan sikap positif di sekolah juga layak diapresiasi meskipun hasil akademik belum maksimal.
Koreksi untuk Nilai Sempurna Juga Lucu
Siswa yang berhasil meraih nilai sempurna 100 pun tidak luput dari perhatian.
Meski memperoleh nilai tertinggi, murid tersebut ternyata lupa menuliskan identitasnya pada lembar jawaban.
Kesalahan kecil itu kemudian direspons dengan doodle lucu bergambar dua karakter yang tampak bingung dan kesal.
Cara tersebut menjadi pengingat yang menghibur sekaligus mudah diingat oleh siswa.
Dengan pendekatan ini, Putri berhasil menciptakan suasana evaluasi yang positif dan mengurangi tekanan pada siswa.







