Sulseltimes.com, Makassar, Senin, Juni 1, 2026 — Viral video yang memperlihatkan kabel tie terpasang pada baling-baling pesawat Wings Air menuai perhatian publik. Manajemen Wings Air menegaskan hal itu bukan indikasi kerusakan struktural, melainkan bagian dari prosedur perawatan sementara yang telah diatur pabrikan.
- Video viral kabel tie pada baling-baling
- Wings Air beri klarifikasi
- Deicer lapisan pelindung
- Prosedur perawatan sementara
- Aircraft Maintenance Manual
Penjelasan Wings Air soal Kabel Tie di Baling-Baling
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, memberikan klarifikasi terkait video yang beredar.
“Perlu kami jelaskan, komponen yang terlihat tersebut bukan merupakan indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat,” kata Danang, Senin, Juni 1, 2026.
Kabel tie digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung yang disebut deicer. Lapisan ini mengalami perubahan posisi.
“Lapisan pelindung ini berfungsi membantu melindungi baling-baling dalam kondisi operasional tertentu dan bukan merupakan struktur utama yang menghasilkan daya dorong pesawat,” ujarnya.
Prosedur Sesuai Manual Perawatan
Danang menjelaskan bahwa pemasangan kabel tie dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Prosedur tersebut telah diatur secara jelas oleh pabrikan pesawat sesuai Aircraft Maintenance Manual dan hanya dapat dilakukan oleh teknisi berlisensi yang berwenang,” tambah Danang.
Setelah pemasangan, pesawat menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasilnya menunjukkan seluruh komponen berfungsi normal.
“Serta tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling dan sistem pesawat secara keseluruhan,” kata Danang.
Perbedaan Penggunaan Kabel Tie di Penerbangan
Menurut Danang, penggunaan kabel tie di dunia penerbangan berbeda dengan penggunaan sehari-hari.
“Bagi masyarakat umum, cable tie mungkin lebih dikenal sebagai alat pengikat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam dunia penerbangan, penggunaan pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat,” imbuh Danang.
Pesawat kemudian menjalani tahapan pemeriksaan dan pemeliharaan lanjutan untuk memastikan kelaikudaraan sebelum kembali beroperasi.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan setiap pesawat memenuhi seluruh persyaratan pemeliharaan, kelaikudaraan, keselamatan, dan prosedur pengoperasian sebelum kembali melayani penerbangan,” pungkas Danang.







