Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 29/06/2026 — Seorang pria di Texas meraup keuntungan US$1,76 juta atau sekitar Rp31,4 miliar setelah menguping percakapan kerja istrinya. Aksi ini berujung pada pemecatan sang istri dan hukuman penjara dua tahun bagi pelaku.
- Pelaku meraup Rp31,4 miliar
- Pria Texas menguping percakapan istrinya dengan atasan
- Istri bekerja sebagai manajer M&A di BP
- Akuisisi TravelCenters of America
- Istri di-PHK, suami dipenjara 2 tahun
Bermula dari Telepon di Rumah
Praktik investasi ilegal ini dibongkar oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Tyler Loudon, sang suami, mendengar percakapan istrinya yang merupakan manajer merger dan akuisisi di BP.
Percakapan telepon di rumah itu membahas rencana akuisisi TravelCenters of America.
Loudon kemudian membeli 46,50 lembar saham perusahaan transportasi dan logistik tersebut.
Lonjakan Saham dan Penjualan
TravelCenters of America mengumumkan persetujuan akuisisi BP, yang membuat sahamnya melonjak hingga 70,8%.
Loudon segera menjual sahamnya tanpa sepengetahuan istrinya.
Gugatan diajukan oleh SEC di Pengadilan Distrik Selatan Texas.
Loudon mengakui kesalahannya dan mencapai keputusan parsial dengan SEC.
“Tyler Loudon membuat kesalahan besar dalam pengambilan keputusan dan dia bertanggung jawab penuh,” kata pengacara Tyler Loudon, Peter Zeidenberg, Senin, 29/06/2026.
Konsekuensi bagi Istri
Jaksa federal menyatakan Loudon mengetahui atau sangat ceroboh bahwa informasi itu bersifat rahasia.
Istri Loudon telah mengerjakan usulan akuisisi sejak awal 2022 dan bekerja dari rumah bersama suaminya dalam jarak 6 meter.
Loudon tidak memberi tahu istrinya tentang aksinya.
Istrinya sempat ditanya soal kemungkinan pengawasan terhadap karyawan, dan ia mengiyakan.
Seminggu kemudian, ia mengaku membeli saham tetapi tidak menyebut jumlah atau keuntungan.
Istrinya melapor ke atasan, mendapat sanksi cuti administrasi, dan akhirnya di-PHK.
“Setelah pengakuan Loudon, istri Loudon pindah dari rumah mereka dan berhenti berhubungan dengan Loudon,” kata pengaduan tersebut.
Istri Loudon memulai proses perceraian pada Juni 2023.
Hukuman Penjara dan Denda
Loudon dihukum dua tahun penjara dan satu tahun pembebasan bersyarat.
Ia juga dikenakan denda US$10 ribu pada 2024.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi rahasia perusahaan tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi.









