Bisnis

Sejumlah Perusahaan Mulai Lirik Hilirisasi Gas di KEK Arun

Avatar of Sulsel Times
0
×

Sejumlah Perusahaan Mulai Lirik Hilirisasi Gas di KEK Arun

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Perusahaan Mulai Lirik Hilirisasi Gas di KEK Arun
Sejumlah Perusahaan Mulai Lirik Hilirisasi Gas di KEK Arun
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 14/07/2026 — Sejumlah perusahaan nasional dan asing mulai menjajaki investasi hilirisasi gas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Minat ini muncul seiring potensi pasokan gas dari Lapangan Tangkulo di Blok South Andaman, namun realisasinya masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai skema pengembangan.

Ringkasnya…
  • Perusahaan nasional dan asing
  • Investasi hilirisasi gas
  • KEK Arun Lhokseumawe
  • Potensi 140 MMSCFD gas sisa
  • Menunggu keputusan pemerintah pusat
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Minat Investor Mulai Mengalir

Juru Bicara Pemprov Aceh Nurlis Effendi mengatakan pemerintah daerah membuka peluang seluas-luasnya bagi investor.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Hilirisasi migas dari Blok Andaman menjadi agenda utama Gubernur Mualem,” kata Nurlis dalam keterangan tertulis, Selasa, 14/07/2026. “Karena itu, seluruh pihak harus mulai mempersiapkan diri, terutama Pemerintah Aceh.”

Nurlis menyebutkan sejumlah perusahaan telah menyampaikan ketertarikannya. Salah satunya PT Indoasia Oiltank Terminal, perusahaan infrastruktur energi dan petrokimia. Direksi perusahaan itu telah bertemu dengan Pemerintah Aceh untuk membahas peluang investasi di KEK Arun.

Dalam pertemuan tersebut, Indoasia Oiltank Terminal menggandeng Fakultas Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai mitra, melibatkan tiga profesor teknik kimia.

Selain itu, menurut Nurlis, ada perusahaan dari Provinsi Jiangsu, Cina, yang tertarik mengembangkan proyek pencairan gas alam (LNG) di kawasan yang sama.

Nurlis menilai tingginya minat investasi didorong oleh potensi cadangan gas di kawasan Andaman. Tahap awal pengembangan akan dimulai melalui Lapangan Gas Tangkulo yang dioperasikan Mubadala Energy.

“Proyek inilah yang akan menjadi pintu masuk dimulainya hilirisasi migas di Aceh,” katanya.

Potensi Gas Blok Andaman

Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 160 MMSCFD telah terikat perjanjian jual beli gas dengan PLN.

Sisa sekitar 140 MMSCFD berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri hilir di Aceh. “Potensinya masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh,” kata Nurlis.

Pemerintah Aceh menargetkan pusat pengembangan industri hilir gas berada di KEK Arun Lhokseumawe. Target ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menetapkan pengembangan KEK Arun sebagai salah satu proyek strategis nasional.

Tantangan dan Keputusan Pemerintah Pusat

Realisasi hilirisasi masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat mengenai skema pengembangan Lapangan Tangkulo. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah belum memutuskan apakah pengolahan gas akan dilakukan di darat melalui fasilitas penerimaan darat (ORF) di KEK Arun atau tetap menggunakan skema lepas pantai (FPSO).

“Kita harus mencari solusi yang win-win,” kata Bahlil di Banda Aceh, Selasa, 14/07/2026. “Tidak bisa memutuskan kalau biaya investasinya terlalu tinggi. Tidak ada bisnis yang ujungnya rugi. Harus menguntungkan rakyat Aceh sekaligus memberikan kepastian bagi investor.”

Menurut Bahlil, keputusan akan didasarkan pada kelayakan ekonomi proyek. Pembangunan pipa dari lapangan gas menuju daratan membutuhkan investasi besar sehingga berpotensi membuat harga gas melebihi US$10 per MMBTU dan mengurangi daya saing proyek.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun mengatakan pemerintah daerah menyambut baik setiap investor yang ingin berkontribusi. “Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” ujarnya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *