Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 08/08/2026 — Matahari Department Store yang pernah menguasai ritel Indonesia dengan 155 gerai diakuisisi Lippo Group pada 1996 usai persaingan bisnis dengan Walmart.
- Matahari Department Store diakuisisi Lippo Group pada 1996
- 155 gerai di 81 kota pada masa jaya
- Hari Darmawan, James Riady, Mochtar Riady
- Jakarta, 1960-an hingga 1996
- Berakhirnya era kepemilikan pendiri asli
Jaringan toko departemen Matahari sempat menjadi ikon ritel nasional dengan jaringan tersebar ke 155 gerai di 81 kota. Perjalanan bisnis dimulai dari usaha kecil bernama Toko Micky Mouse yang dibuka Hari Darmawan di Pasar Baru, Jakarta, pada 1960.
Toko tersebut menjual pakaian impor dan merek sendiri MM Fashion yang diproduksi istri Hari. Usaha berjalan lancar lima tahun sebelum Hari tertarik mengakuisisi toko tetangga, De Zion, yang ramai dikunjungi pelanggan berpenghasilan tinggi.
Pada 1968, Hari berhasil membeli dua gerai De Zion di Jakarta dan Bogor bermodalkan pinjaman US$ 200 juta dari Citibank. Nama De Zion — yang berarti Matahari dalam bahasa Belanda — lalu diganti menjadi Matahari Department Store.
Ekspansi dan Strategi Meniru Sogo
Hari mengadopsi model toko departemen Jepang, Sogo, dengan menjual berbagai kategori produk lengkap agar konsumen bebas memilih. Strategi itu berhasil menarik pengunjung masif pada 1970-an hingga 1980-an.
Produk diperluas ke perhiasan, tas, sepatu, kosmetik, elektronik, mainan, alat tulis, dan buku. Ekspansi ke luar kota terjadi pada 1990-an hingga hampir seluruh kota besar memiliki gerai Matahari.
Pada 1989, PT Matahari Department Store Tbk meluncur ke bursa saham dengan kode LPPF. Hari menargetkan 1.000 gerai, ambisi yang menarik perhatian James Riady, anak Mochtar Riady pendiri Lippo Group.
Pinjaman, Walmart, dan Akhir Era Hari Darmawan
James Riady menawarkan pinjaman Rp 1,6 triliun dengan bunga rendah kepada Hari. Tak lama kemudian, James mendatangkan Walmart ke Indonesia dan membuka gerai persis di depan Matahari.
Walmart kalah saing di hadapan Matahari. Namun pada 1996, James menawarkan pembelian Matahari yang saat itu beromset Rp 2 triliun. Hari menerima tawaran itu, mengakhiri kepemilikan pendiri asli dan menyerahkan Matahari ke Lippo Group.
Penjualan itu mengejutkan publik karena Matahari sedang di puncak kesuksesan. Sejak akuisisi tersebut, nama Hari Darmawan perlahan meredup dari pengelolaan ritel raksasa yang ia bangun dari nol.







