Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 17/09/2026 — Muhammad Toha menyambut positif pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex) untuk memperkuat perdagangan komoditas strategis Indonesia.
- BMKS atau Icomex direncanakan mengedepankan perdagangan timah sebagai komoditas strategis pertama
- Indonesia baru menyumbang sekitar 20% volume timah global
- Perdagangan timah Indonesia belum berkesinambungan dan volumenya masih relatif kecil
- Sektor nikel berpotensi menjadi pengendali harga karena volume dan keberlanjutan transaksinya
- BUMN pertambangan dan swasta diharapkan berkolaborasi memperkuat ekosistem komoditas strategis
Menurut Muhammad Toha, pembentukan Icomex perlu diikuti upaya meningkatkan transaksi secara berkelanjutan agar bursa mampu berperan dalam pembentukan harga komoditas.
Ia menilai perdagangan timah Indonesia belum dapat menentukan harga dunia karena kontribusi Indonesia terhadap volume global masih sekitar 20%.
Kepercayaan pasar timah di Indonesia juga belum sepenuhnya hadir. Transaksi belum berlangsung berkesinambungan dan volumenya masih relatif kecil.
Peluang nikel dan kebutuhan infrastruktur
Untuk sektor nikel, Indonesia memiliki peluang menjadi pengendali harga karena didukung volume transaksi besar dan keberlanjutan transaksi.
Muhammad Toha menekankan pentingnya dukungan infrastruktur regulasi, sistem pergudangan, dan surveyor independen yang terpercaya.
Kolaborasi BUMN dan sektor swasta
Muhammad Toha menyoroti peran strategis BUMN pertambangan dan sektor swasta dalam berkolaborasi memperkuat ekosistem perdagangan komoditas strategis.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat mendukung peran Indonesia dalam pembentukan harga komoditas.
Penilaian tersebut disampaikan Muhammad Toha dalam dialog CNBC Indonesia TV.







