Berita

Ribuan Petugas dan Armada Udara Lawan Karhutla di Lahan Gambut Banjarbaru

Avatar of Sulsel Times
0
×

Ribuan Petugas dan Armada Udara Lawan Karhutla di Lahan Gambut Banjarbaru

Sebarkan artikel ini
Ribuan Petugas dan Armada Udara Lawan Karhutla di Lahan Gambut Banjarbaru
Ribuan Petugas dan Armada Udara Lawan Karhutla di Lahan Gambut Banjarbaru
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Banjarbaru, Kamis, 27/08/2026 — Ribuan petugas gabungan dan armada udara berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut Banjarbaru Kalimantan Selatan dengan sistem 24 jam untuk mencegah bara bawah tanah menyala kembali.

Ringkasnya…
  • Ribuan petugas gabungan memadamkan karhutla di lahan gambut Banjarbaru dengan sistem 24 jam
  • 1.903 kejadian dan 9.088 hektare terdampak di Kalsel serta 300 pompa dan 7 armada udara dikerahkan
  • Menteri LH Jumhur Hidayat dan Wamenko Hanif Faisol Nurofiq memimpin koordinasi lintas instansi
  • Fokus pada tiga zona prioritas dekat Bandara Syamsudin Noor
  • Penegakan hukum terhadap 42 perusahaan dan upaya menjaga ketahanan pangan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan berlanjut hingga awal 2027 membuat lahan gambut sangat rentan terbakar. Api di permukaan bisa padam namun bara di bawah tanah terus menyala dan berpotensi memicu kebakaran baru.

Scroll Kebawah
Advertisement

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan penanganan harus memastikan seluruh api berhasil dipadamkan melalui kolaborasi berbagai instansi. “Penanganan karhutla harus memastikan seluruh api berhasil dipadamkan melalui kolaborasi berbagai instansi,” kata Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup, Kamis, 27/08/2026.

Metode Suntik Bawah Tanah dan Sumur Bor

Satgas Darat menerapkan metode suntik bawah tanah dengan mengalirkan air hingga beberapa meter ke dalam lahan gambut. Cara itu dipakai karena api di permukaan belum tentu mematikan panas di bawah tanah.

Pemerintah pusat menyiapkan pembangunan sumur bor di wilayah rawan khususnya Banjarbaru. Sumur dirancang memiliki kedalaman 40 hingga 50 meter untuk menjadi sumber air pemadaman dan pembasahan lahan.

Kerja Sama Darat dan Udara

Pemerintah membagi penanganan ke tiga zonasi prioritas yakni Guntung Damar Hutan Lindung Liang Anggang dan Pengayuan. Kawasan itu jadi ring satu karena berdekatan Bandara Internasional Syamsudin Noor sehingga kebakaran harus ditekan agar tidak mengganggu aktivitas dan ketahanan ekonomi daerah.

Di tiga wilayah prioritas dikerahkan 300 pompa yang dioperasikan ribuan personel. Setiap pompa butuh enam personel dan dioperasikan bergantian shift siang hingga malam untuk memastikan pembasahan berlangsung terus.

BNPB mengirimkan empat helikopter pengebom air kapasitas 400 hingga 1.000 liter untuk titik api sulit dijangkau darat. Dukungan udara diperkuat satu helikopter patroli dan satu pesawat modifikasi cuaca. Total tujuh armada udara membantu penanganan di Kalimantan Selatan.

Helikopter patroli memantau titik api dini dan mengawasi kemungkinan aktivitas manusia yang sengaja membakar lahan. Kehadiran udara jadi bagian penting saat petugas darat mengulur selang menuju titik api.

Sistem Pengairan 24 Jam

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan jadi penyuplai air 24 jam untuk daerah prioritas. Dinas PUPR Kalsel menyiapkan satu pompa delapan inci dan sekitar 15 pompa dumping empat inci untuk pembasahan di Hutan Lindung Liang Anggang.

Peralatan dioperasikan bergantian agar tetap prima. “Karena ini sifatnya pekerjaan 24 jam jadi harus dirotasi supaya alat ini tetap prima untuk pembasahan di kawasan hutan lindung,” kata M Yasin Toyib, Kepala Dinas PUPR Kalsel, Kamis, 27/08/2026.

Di Guntung Damar suplai air diarahkan menuju Embung Jokowi. Embung mendukung pembasahan tim darat dan jadi sumber air water bombing BNPB. Pasokan air berasal dari jaringan irigasi Cidayalus dengan pompa pendorong kapasitas 250 liter per detik dari Balai Wilayah Sungai sedangkan Dinas PUPR memperbaiki saluran untuk mempercepat aliran.

Patroli dan Penegakan Hukum

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan faktor alam hanya pemicu sedangkan penyebab utama adalah ulah manusia. Pemprov Kalsel menambah tim patroli darat dari empat menjadi 20 tim didukung teknologi drone.

“20 tim patroli karhutla akan didukung tim dengan teknologi drone untuk mencegah munculnya titik api baru khususnya di wilayah prioritas di Banjarbaru,” kata Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kamis, 27/08/2026.

Lebih dari 30 perusahaan diproses sepanjang 2026 di berbagai wilayah dengan potensi kerugian negara dan pemulihan lingkungan hampir Rp15 triliun. “Sekitar Rp5 triliun untuk kerugian negara dan hampir Rp10 triliun untuk pemulihan lingkungan,” kata Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup, Kamis, 27/08/2026.

Pemerintah menyelidiki sekitar 42 perusahaan di Kalimantan terkait dugaan pelanggaran penyebab kebakaran sepanjang 2026. Dari jumlah itu 11 perusahaan berada di Kalimantan Selatan. Deputi Bidang Penegakan Hukum KLH Irjen Pol Rizal Irawan menyebut indikasi diketahui setelah data hotspot dioverlay dengan peta konsesi untuk melihat titik panas di area HGU maupun IUP.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mencatat 1.903 kejadian karhutla dengan luas terdampak 9.088 hektare terjadi di Kalimantan Selatan. Kabupaten Banjar 388 kejadian luas 2.037,72 hektare Tanah Laut 301 kejadian luas 1.661,77 hektare dan Banjarbaru 360 kejadian luas 1.398,40 hektare. Hulu Sungai Selatan 246 kejadian luas 1.171,63 hektare Tapin 151 kejadian luas 861,75 hektare Barito Kuala 132 kejadian luas 803,20 hektare. Hulu Sungai Utara 93 kejadian luas 507,78 hektare Hulu Sungai Tengah 57 kejadian luas 153,61 hektare Tanah Bumbu 48 kejadian luas 150,35 hektare Tabalong 29 kejadian luas 135,13 hektare dan Kotabaru 42 kejadian luas 40,42 hektare. Angka itu jadi pengingat agar kebakaran 2023 dengan luas sekitar 190.000 hektare tidak terulang.

Ketahanan Pangan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman memastikan daerah telah memproduksi lebih dari 900 ribu ton padi dari target 1,2 juta ton pada 2026. Produksi itu jadi upaya menjaga ketahanan pangan saat karhutla dan kemarau berlangsung bersamaan.

Mesin pompa terus bekerja helikopter siap bergerak patroli mengawasi dan ribuan petugas memastikan bara tidak kembali menjadi api. Di balik semua itu ada harapan besar agar masyarakat kembali menghirup udara bersih dan menatap hari esok dengan lebih aman dan tenang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *