Sulseltimes.com, Takalar, Minggu, 19/07/2026 — Petani di Kabupaten Takalar mengeluhkan pencurian tabung LPG 3 kilogram yang digunakan untuk mesin pompa air di tengah sawah.
- Petani kehilangan tabung LPG 3 kg dua kali
- Mesin pompa air menggunakan gas karena kesulitan bahan bakar
- Pelaku menutupi wajah dengan sarung
- Kejadian di Kelurahan Pappa Kecamatan Pattallassang
- Polisi diminta segera mengungkap kasus
Kesulitan Bahan Bakar Hingga Pencurian Tabung Gas
Musim kemarau membuat petani sulit memperoleh pasokan air untuk sawah.
Keterbatasan bahan bakar minyak memaksa petani menggunakan LPG 3 kilogram untuk mengoperasikan mesin pompa.
Antrean di SPBU berlangsung lama dan stok bahan bakar sering habis.
Upaya mempertahankan aktivitas pertanian justru dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Tabung elpiji yang digunakan untuk mesin pompa air menjadi sasaran pencurian.
Baharuddin Daeng Serang warga Kelurahan Pappa Kecamatan Pattallassang mengaku kehilangan tabung gas dua kali.
“Saya sudah dua kali kehilangan tabung gas,” kata Baharuddin, Warga Kelurahan Pappa, Minggu, 19/07/2026.
Pelaku sempat terlihat dari jarak jauh tetapi tidak sempat dikejar karena jarak jauh.
Aksi terjadi sore menjelang malam dengan pelaku menutupi wajah menggunakan sarung.
“Pelaku menggunakan sarung untuk menutupi wajahnya seperti ninja lalu kabur di sekitar sawah,” ujarnya.
Baharuddin menduga pelaku adalah orang lokal namun tidak berani menangkap sendiri.
“Saya curiga pelakunya bukan orang dari luar,” ungkapnya.
Ia khawatir pelaku membawa senjata tajam seperti badik.
Ia berharap polisi segera menyelidiki dan mengungkap kasus pencurian tersebut.
Imbauan Waspada dan Harapan Penegakan Hukum
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi petani lain untuk tidak meninggalkan mesin pompa dan tabung gas tanpa pengawasan.
Lokasi persawahan yang jauh dari permukiman meningkatkan risiko pencurian.
Petani diimbau mengatur sistem penjagaan bergantian untuk mengamankan alat pertanian dan sumber energi pompa air.







