Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026 — Otoritas Jasa Keuangan menyebut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan dipengaruhi gabungan faktor global dan domestik.
- OJK menilai tekanan IHSG berasal dari kombinasi faktor global dan domestik
- Ketidakpastian geopolitik, inflasi, harga komoditas, dan suku bunga global memengaruhi sentimen
- Tekanan terhadap rupiah dapat mengubah strategi investor asing
- Dinamika kebijakan domestik ikut diperhitungkan pelaku pasar
- OJK dan SRO berjanji memperkuat transparansi, tata kelola, dan pendalaman pasar
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut ketidakpastian geopolitik, perubahan harga komoditas, inflasi, serta perlambatan ekonomi global menjadi bagian dari tekanan pasar.
Arah suku bunga global yang bertahan tinggi juga dinilai memberi tekanan pada rupiah. Kondisi tersebut memengaruhi penyesuaian strategi investor asing di pasar modal domestik.
Faktor domestik
Di dalam negeri, pelaku pasar memperhatikan dinamika kebijakan dan pelaksanaannya. Persepsi terhadap tata kelola, kepastian regulasi, dan prospek ekonomi berpengaruh terhadap keputusan investasi.
OJK bersama organisasi regulator mandiri, termasuk Bursa Efek Indonesia, menyatakan akan melanjutkan penguatan transparansi, tata kelola, dan pendalaman pasar untuk menjaga kepercayaan investor ritel maupun institusi.
Pergerakan indeks berlangsung dinamis sehingga satu faktor tidak cukup menjelaskan seluruh perubahan. Investor perlu menilai data ekonomi, laporan emiten, risiko pasar, dan tujuan investasinya masing-masing sebelum mengambil keputusan.







