Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 16/09/2026 — Enam pengaturan WhatsApp yang dapat dinyalakan untuk memperkuat keamanan akun adalah verifikasi dua langkah, kunci layar, pembatasan status Terakhir dilihat dan Online, pengendalian akses grup, pemeriksaan perangkat tertaut, serta notifikasi keamanan.
- Verifikasi dua langkah, kunci layar, privasi grup, perangkat tertaut, dan notifikasi keamanan
- PIN enam digit untuk verifikasi tambahan
- Pengaturan tersedia di dalam aplikasi
- Perlindungan tambahan dari akses tidak sah, spam, penipuan, dan perubahan kode percakapan
WhatsApp menyimpan banyak percakapan pribadi, sehingga keamanan akun perlu dijaga dengan mengaktifkan fitur perlindungan yang tersedia.
KompasTekno merangkum enam langkah tersebut dari panduan keamanan yang dipublikasikan Gizchina.
Enam pengaturan WhatsApp untuk perlindungan tambahan
1. Aktifkan verifikasi dua langkah
Verifikasi dua langkah menambah penghalang ketika seseorang mencoba masuk melalui perangkat baru.
Setelah menerima kode verifikasi melalui SMS, pengguna wajib memasukkan PIN enam digit yang dibuat sebelumnya.
Fitur ini dapat diaktifkan melalui Pengaturan, Akun, Verifikasi dua langkah, lalu Aktifkan.
Pengguna sebaiknya memilih PIN yang sulit ditebak dan menambahkan alamat email untuk membantu mengatur ulang PIN jika lupa.
2. Aktifkan kunci layar
Kunci layar WhatsApp membatasi akses ke isi percakapan ketika ponsel digunakan orang lain.
Fitur ini dapat memakai Face ID atau sidik jari.
Pengguna dapat mengaktifkannya melalui Pengaturan, Privasi, Kunci layar, lalu menentukan kapan WhatsApp harus terkunci.
3. Batasi status Terakhir dilihat dan Online
Status Terakhir dilihat dan Online dapat memperlihatkan aktivitas pengguna kepada orang lain.
Pembatasan ini dapat dilakukan melalui Pengaturan, Privasi, Terakhir dilihat dan Online.
Pilih “Kontak saya” agar hanya kontak tersimpan yang melihat informasi tersebut.
Pilih “Tidak satupun” untuk menyembunyikannya dari semua orang.
4. Kendalikan siapa yang dapat memasukkan Anda ke grup
Grup WhatsApp dapat menjadi sarana spam dan penipuan, termasuk grup acak berisi iklan atau hadiah palsu.
Pengguna dapat membatasi penambahan ke grup melalui Pengaturan, Privasi, Grup.
Pilih “Kontak saya” agar hanya orang di daftar kontak yang dapat menambahkan pengguna.
Pilihan “Kontak saya kecuali” dapat digunakan untuk mengecualikan kontak tertentu.
WhatsApp akan mengirim notifikasi ketika pengguna yang tidak diizinkan mencoba menambahkan pengguna ke grup.
5. Periksa perangkat tertaut secara berkala
WhatsApp dapat digunakan di komputer, tablet, atau perangkat lain melalui fitur Perangkat tertaut.
Perangkat lama atau perangkat yang pernah digunakan bersama orang lain masih dapat terhubung ke akun.
Daftar perangkat dapat diperiksa melalui Pengaturan, Perangkat tertaut.
Pengguna perlu mengeluarkan perangkat yang tidak dikenali atau tidak digunakan.
WhatsApp juga dapat memberi notifikasi ketika ada perangkat baru yang ditautkan.
6. Nyalakan notifikasi keamanan
Notifikasi keamanan memberi peringatan ketika kode keamanan salah satu kontak berubah.
Kode tersebut dapat berubah ketika seseorang mengganti ponsel atau memasang ulang WhatsApp.
Fitur ini dapat diaktifkan melalui Pengaturan, Keamanan, lalu Tampilkan notifikasi keamanan.
Jaga kode verifikasi dan perbarui WhatsApp
Enam pengaturan tersebut dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan, tetapi pengguna tetap harus menjaga kredensial akun.
Pengguna tidak boleh memberikan kode verifikasi melalui SMS atau PIN WhatsApp kepada siapa pun.
Hindari juga membuka tautan dari chat yang tidak dikenal.
Perbarui WhatsApp melalui Play Store karena pembaruan aplikasi biasanya membawa perbaikan terhadap celah keamanan.
Langkah paling penting adalah mengaktifkan enam pengaturan tersebut dan menindaklanjuti setiap notifikasi keamanan.















