Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 20/06/2026 — Laba bersih Pupuk Indonesia Group melonjak 230% menjadi Rp6,70 triliun berkat transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan.
- Laba bersih naik 230% ke Rp6,70 triliun
- Pendapatan Rp47,71 triliun, naik 49%
- Kepala BP BUMN Dony Oskaria
- Jakarta, hingga Mei 2026
- Memperkuat ketahanan pangan nasional
Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Berbuah Hasil
BP BUMN mendorong Pupuk Indonesia untuk memperkuat kinerja bisnis dan menjaga perannya dalam ketahanan pangan nasional.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan berbagai upaya transformasi menunjukkan hasil positif tercermin dari pertumbuhan kinerja keuangan signifikan hingga Mei 2026.
Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan year-to-date sebesar Rp47,71 triliun tumbuh 49% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
EBITDA mencapai Rp11,36 triliun meningkat 132% dan laba bersih tercatat Rp6,70 triliun melonjak 230% secara tahunan.
Dony yang juga menjabat Chief Operating Officer BPI Danantara telah menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PIHC membahas perkembangan bisnis dan isu strategis industri pupuk nasional.
Pembahasan difokuskan pada dinamika pasar pupuk pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga komoditas antisipasi perubahan skema subsidi serta penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran.
“Transformasinya sudah mulai nunjukin hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan,” kata Dony Oskaria, Kepala BP BUMN, Sabtu, 20/06/2026.
Melalui penguatan transformasi pengelolaan risiko yang lebih adaptif serta tata kelola distribusi yang semakin baik Pupuk Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing dan memperkuat kontribusi dalam ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.











