Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 20/09/2026 — Djoko Susanto, pendiri Grup Alfamart, membangun jaringan ritel lebih dari 23.000 toko setelah memulai usaha dari warung kelontong ibunya di Petojo, Jakarta.
- Djoko Susanto memulai usaha dari warung kelontong ibu di Petojo, Jakarta
- Ia bekerja di perusahaan perakitan radio sebelum membantu keluarga pada 1960-an
- Bertemu Putera Sampoerna akhir 1986 dan menjadi direktur penjualan PT Sampoerna serta PT Panarmas
- Pada 1989 ia mendirikan PT Alfa Retailindo dan mengubah gudang Sampoerna menjadi Toko Gudang Rabat, awal jaringan ritel modern
- Saat ini Grup Alfamart memiliki lebih dari 23.000 toko di Indonesia, termasuk Alfamidi dan Lawson
Djoko lahir dengan nama asli Kwok Kwie Fo dan pertama kali membantu ibunya mengelola warung yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti kacang tanah, minyak sayur, sabun dan rokok. Warung tersebut menjadi dasar pengetahuan ritelnya.
Sebelum terlibat sepenuhnya dalam usaha keluarga, Djoko bekerja sebagai pegawai di perusahaan perakitan radio. Pada 1960-an ia berhenti dari pekerjaan tersebut dan kembali menolong ibunya mengelola toko.
Dari Warung Kelontong ke Alfamart
Pengalaman mengelola warung ibu memberi Djoko kemampuan dalam melayani pelanggan, mengatur stok dan menjaga toko. Pada 1987 ia berhasil mengembangkan jual grosir rokok dan memiliki 15 toko di berbagai wilayah.
Akhir 1986 Djoko bertemu Putera Sampoerna, petinggi PT HM Sampoerna. Pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi Djoko menjadi direktur penjualan PT Sampoerna serta direktur PT Panarmas, distributor rokok Sampoerna.
Ekspansi dan Nama Merek
Pada 1989 Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo dan mengubah salah satu gudang Sampoerna di Jalan Lodan No. 80 menjadi Toko Gudang Rabat, yang awalnya hanya menjual rokok Sampoerna kemudian berubah menjadi toyo yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari.
Toko Gudang Rabat berkembang menjadi jaringan minimarket yang pada awal 1990-an sudah memiliki 32 gerai di sejumlah kota. Nama jaringan kemudian berubah menjadi Alfa Minimart dan akhirnya Alfamart, sesuai dengan perkembangan bisnis ritel modern.
Sejak usaha keluarga yang bermula dari warung kelontong, Grup Alfamart kini mengelola lebih dari 23.000 toko di seluruh Indonesia, termasuk gerai yang dikelola anak usaha seperti Alfamidi dan Lawson.









