Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 02/07/2026 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim para pemilik dana besar atau crazy rich tertarik berinvestasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk membiayai proyek Danantara dan membeli surat utang negara.
- Crazy rich tertarik investasi di PFII
- Belum ada data jumlah pasti
- Kementerian Keuangan, PFII, BPI Danantara
- Jakarta, Kamis 02/07/2026
- Potensi pendanaan untuk proyek Danantara dan pembelian surat utang negara
Pernyataan Menteri Keuangan
Purbaya mengungkapkan, ide pembentukan PFII justru berasal dari para pemilik dana besar di berbagai belahan dunia.
Mereka mengusulkan agar Indonesia memiliki pusat finansial internasional untuk menampung dana yang ingin keluar dari negara-negara yang tidak stabil.
“Para orang yang punya uang justru dari mereka masukkannya pertama-pertama. Kenapa Indonesia enggak bikin seperti itu untuk menampung uang-uang yang ingin keluar dari negara-negara yang sedang tidak stabil,” kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 02/07/2026.
Potensi Kerja Sama dengan Danantara
Purbaya menegaskan, pemerintah tidak bisa memaksa penempatan dana PFII untuk proyek tertentu.
Penempatan dana sepenuhnya berdasarkan pertimbangan pasar.
Namun, investor global bisa menggandeng BPI Danantara untuk menggarap proyek bersama.
Dana PFII juga bisa digunakan untuk membeli surat utang negara atau bond.
“Jadi bisa saja masuk ke proyek-proyek Danantara, bisa juga untuk membiayai utang pemerintah kan. Bisa masuk ke bond, jadi sumber pendanaan saya akan lebih banyak,” tegas Purbaya.
Dampak bagi Perekonomian Nasional
Kehadiran PFII diharapkan membuka peluang pendanaan baru bagi proyek strategis nasional dan mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan lain.
Dengan minat dari crazy rich global, pemerintah optimistis dapat menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia.







