Sulseltimes.com, Shanghai, Jumat, 25/07/2026 — China memamerkan kecerdasan buatan Mazu yang mampu memprediksi banjir badai gelombang panas dan angin kencang di World Artificial Intelligence Conference 2026.
- China luncurkan AI Mazu prediksi bencana cuaca ekstrem
- Dikembangkan CMA setara BMKG Indonesia
- Mampu deteksi banjir badai gelombang panas angin kencang
- Dipamerkan di WAIC 2026 Shanghai
- Sudah digunakan 40 negara melalui cloud
Mazu Gabungkan Data Satelit dan Model AI
Mazu dikembangkan oleh China Meteorological Administration yang setara BMKG di Indonesia.
AI ini pertama kali diperkenalkan pada 2025 dan terus dikembangkan hingga versi terbaru.
Sistem ini menggabungkan data pengamatan dari satelit meteorologi Fengyun milik China.
Data dianalisis menggunakan model AI Fenglei Fengqing dan Fengshun untuk menghasilkan prakiraan akurat.
Perangkat pemantauan mengukur suhu tekanan udara dan jarak pandang sekaligus menerima data satelit langsung.
Sistem Terintegrasi Pemantauan hingga Respons
Seluruh data diproses AI untuk membentuk sistem terpadu mencakup pemantauan peringatan penyebaran informasi hingga respons bencana.
Teknologi ini juga disesuaikan untuk sektor transportasi energi pertanian dan ekonomi penerbangan rendah.
Disesuaikan untuk Setiap Negara
China berencana membuka teknologi ini untuk negara lain tidak hanya terbatas di China.
Setiap negara dapat memperoleh versi Mazu yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan ancaman bencana berbeda.
Implementasi di Djibouti difokuskan pada pemantauan gelombang panas dan peringatan angin kencang di kawasan pelabuhan.
Di Pakistan AI ini melindungi hasil panen memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi dampak ekonomi bencana.
“Mazu kini telah dimanfaatkan oleh lembaga meteorologi dan penanggulangan bencana di lebih dari 40 negara dan wilayah melalui layanan berbasis cloud,” kata You Yang Staf Shanghai Meteorological Bureau Jumat 24/07/2026.
Perangkat Satelit AI Box Baru
CMA juga memperkenalkan Mazu-FengYun Satellite AI Box yang menggabungkan kemampuan satelit Fengyun dengan AI.
Perangkat ini memungkinkan lembaga meteorologi berbagai negara melakukan analisis dan peringatan dini secara mandiri.
Langkah ini mengubah peran CMA dari sekadar berbagi data prakiraan menjadi penyedia kemampuan AI.
Beberapa negara yang mendapatkan versi khusus Mazu meliputi Pakistan Djibouti Nigeria dan Ethiopia sebagaimana dirangkum dari Global Times.









