Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 05/11/2026 — Ritsuo Fukadai mengundurkan diri sebagai CEO Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC), dan bank berencana menunjuk Abdullah Firman Wibowo sebagai penggantinya.
- Ritsuo Fukadai mengundurkan diri sebagai CEO Bank JTrust
- Abdullah Firman Wibowo ditunjuk sebagai direktur utama baru
- Firman saat ini menjabat dewan komisaris BCIC dan pernah jadi Wadirut BSI
- Transisi diharapkan berjalan mulus dengan menjaga kontinuitas bisnis
- Hingga akhir September 2026, Bank JTrust catat laba bersih Rp57,55 miliar, kredit Rp31,39 triliun, aset Rp42,12 triliun
Ritsuo Fukadai mengajukan surat pengunduran diri dari posisi CEO Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC). Surat tersebut akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Bank JTrust berencana menunjuk Abdullah Firman Wibowo, yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan komisaris BCIC, sebagai direktur utama. Penunjukan ini menunggu persetujuan OJK, RUPS, dan regulator lain.
Pengalaman Calon Pengganti
Firman memiliki pengalaman panjang di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI), di mana ia membidangi manajemen risiko, treasury, perbankan internasional, hingga pembinaan anak perusahaan. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank BNI Syariah dan Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI). Pengalamannya sebagai General Manager BNI Kantor Cabang Tokyo juga diharapkan memberikan pemahaman mendalam tentang etika bisnis dan sinergi Indonesia-Jepang.
Transisi dan Kinerja
Manajemen Bank JTrust mengatakan dengan latar belakang Firman sebagai dewan komisaris, ia telah terlibat dalam pengawasan dan nasihat terhadap manajemen BCIC. Transisi kepemimpinan ke direksi diharapkan berjalan mulus dan menjaga kontinuitas bisnis, sekaligus mempercepat penetrasi ke korporasi lokal, BUMN, institusi syariah, serta memperkuat manajemen risiko dan tata kelola perbankan.
Hingga akhir September 2026, Bank JTrust membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp57,55 miliar, dengan penyaluran kredit Rp31,39 triliun. Pada kuartal III/2026, total aset bank tercatat Rp42,12 triliun.








