Sulseltimes.com, Rabu, 28 Oktober 2026 — Peneliti Adel Karimi melaporkan 35 eksekusi shell yang terkait eksploitasi PHP2Shell pada tiga server umpan atau honeypot dalam pengamatan 24 Oktober 2026.
- Laporan mencatat 35 eksekusi shell
- Temuan berasal dari tiga honeypot
- Sistem memakai PHP 8.4.26 dan Apache mod_php
- Bukti tidak mewakili seluruh konfigurasi server
Laporan teknis pada repositori honeypot-data menghubungkan rekaman lalu lintas jaringan dengan proses shell yang dijalankan langsung oleh pekerja Apache.
Sistem yang diamati menggunakan PHP 8.4.26 pada Apache mod_php dengan satu pekerja dan batas memori PHP 128 MiB.
Karimi membedakan bukti eksekusi tersebut dari permintaan yang hanya memicu galat atau membuat proses berhenti.
Laporan menyebut rantai serangan konsisten dengan CVE-2026-109618.
Rekaman itu tidak membuktikan penggunaan jalur eksploitasi terpisah untuk CVE-2026-109619.
Dua kelompok alamat sumber teramati, tetapi perbedaan alamat tidak cukup untuk menyimpulkan jumlah atau identitas pelaku.
Server umpan sengaja disiapkan untuk pengamatan keamanan.
Karena itu, hasil tersebut tidak mengukur tingkat keberhasilan pada seluruh versi PHP, jumlah pekerja, aplikasi, atau konfigurasi server produksi.
Administrator perlu memeriksa pembaruan keamanan resmi dan versi PHP yang benar-benar berjalan pada layanan mereka.















