Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 22/06/2026 — Kenaikan harga solar dan pelemahan nilai tukar rupiah mendorong lonjakan biaya operasional di sektor konstruksi. Sekretaris Jenderal Gapensi Radinal Efendy menyatakan kondisi ini mengancam keberlangsungan 7 juta tenaga kerja dan berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).
- Kenaikan harga solar dan pelemahan rupiah
- Biaya operasional konstruksi melonjak
- Gapensi: 7 juta tenaga kerja terancam
- Radinal Efendy, Sekjen Gapensi
- Senin, 22 Juni 2026, Makassar
- Dukungan pemerintah diperlukan untuk menjaga bisnis
Lonjakan Biaya Operasional Konstruksi
Kenaikan harga solar dan pelemahan nilai tukar rupiah mengerek harga bahan baku konstruksi. Hal ini berimbas langsung pada lonjakan biaya operasional bisnis konstruksi.
“Kenaikan harga solar dan pelemahan rupiah telah mengerek harga bahan baku yang berimbas pada lonjakan biaya operasional,” kata Radinal Efendy, Sekretaris Jenderal 1 BPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Senin, 22/06/2026.
Pengusaha konstruksi berharap dukungan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan dunia usaha. Mereka mendorong penguatan aturan tata kelola, namun lonjakan harga bahan baku di lapangan sangat cepat sehingga regulasi yang ada tidak mampu mengimbangi.
Ancaman PHK Mengintai
Gapensi menyebut sektor konstruksi menyerap 7 juta tenaga kerja. Sektor ini juga terkait dengan 13 sektor bisnis lainnya.
Jika tekanan berlanjut, ancaman PHK bisa terjadi. Kondisi ini membutuhkan dukungan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan bisnis.
Dukungan Pemerintah Dibutuhkan
Radinal Efendy menekankan pentingnya intervensi pemerintah. Dukungan diperlukan agar sektor konstruksi tetap berjalan dan tidak memicu dampak berantai pada sektor lain.
Hingga saat ini, pengusaha masih menunggu kebijakan yang mampu mengimbangi dinamika harga di lapangan.







