Bisnis

Bernardus Wijaya: Keseriusan Transformasi Kunci Hindari Status Standalone Market

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bernardus Wijaya: Keseriusan Transformasi Kunci Hindari Status Standalone Market

Sebarkan artikel ini
Bernardus Wijaya: Keseriusan Transformasi Kunci Hindari Status Standalone Market
Bernardus Wijaya: Keseriusan Transformasi Kunci Hindari Status Standalone Market
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 01/11/2026 — CEO Sucor Sekuritas Bernardus Wijaya menilai keseriusan pemerintah dan otoritas bursa dalam transformasi menjadi kunci mengembalikan kepercayaan investor serta menghindari degradasi ke status Standalone Market.

Ringkasnya…
  • Bernardus Wijaya: Keseriusan transformasi kunci hindari Standalone Market
  • Pembuatan rating bursa sendiri memungkinkan tapi tantangannya kepercayaan global
  • Prioritas saat ini: negosiasi dengan MSCI dan menarik Dana Pensiun serta Danantara
  • Ancaman turun kasta ke Standalone Market masih mengancam
  • Pernyataan disampaikan di acara Power Lunch CNBC Indonesia
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Menurut Bernardus, upaya membuat penilaian atau rating bursa saham sendiri secara mandiri memang bisa dilakukan. Namun, pertanyaannya apakah rating yang dibentuk Indonesia mampu menjadi acuan dan dipercaya oleh pelaku pasar global.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Saat ini yang diperlukan adalah memperkuat negosiasi dengan MSCI supaya meningkatkan kredibilitas pasar saham Indonesia serta membuka peluang Danantara hingga Dana Pensiun masuk pasar saham,” kata Bernardus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, Minggu, 01/11/2026.

Tantangan Rating Mandiri dan Negosiasi MSCI

Bernardus menjelaskan bahwa kredibilitas pasar saham saat ini menjadi fokus utama. Jika Indonesia terpuruk ke status Standalone Market, akses modal global akan semakin terbatas.

Oleh karena itu, langkah strategis dinilai lebih mendesak pada negosiasi dengan MSCI. Peningkatan kredibilitas melalui jalur ini dibuka peluang bagi masuknya dana besar seperti Danantara dan Dana Pensiun.

Dialog lengkap mengenai potensi degradasi dan strategi penanganannya dibahas dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia bersama Andi Shalini.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *