Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 07/10/2026 — Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola transaksi Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI) mulai Selasa (6/10/2026).
- BEI tetapkan status UMA untuk IFSH dan MITI mulai Selasa (6/10/2026)
- Saham IFSH stagnan di Rp2.060, naik 92,52% bulanan dan 152,76% YTD
- Saham MITI stagnan di Rp370, naik 63,72% bulanan namun turun 16,6% YTD
- BEI menegaskan UMA tidak berarti pelanggaran, namun langkah perlindungan investor
- Investor diminta cermati jawaban emiten dan kinerja sebelum berinvestasi
Langkah ini diambil setelah terdeteksi pergerakan harga saham kedua emiten tersebut yang tidak wajar. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, pengumuman UMA bertujuan melindungi investor, khususnya pemegang saham IFSH dan MITI.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI melalui laman resminya.
BEI menegaskan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham IFSH. Untuk saham MITI, BEI juga memberi perhatian khusus akibat volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Pergerakan Harga Kedua Saham
Saham IFSH tercatat stagnan di level Rp2.060 per saham pada pembukaan perdagangan. Namun, dalam satu bulan terakhir saham emiten pertambangan ini menguat 92,52%. Sepanjang year to date (YTD), kenaikan mencapai 152,76%.
Sementara saham MITI stagnan di level Rp370. Dalam periode bulanan, saham investasi ini naik 63,72%. Berbanding terbalik dengan IFSH, saham MITI justru turun 16,6% selama YTD.
Arahan BEI untuk Investor
BEI menyarankan investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa. Investor juga diminta mencermati kinerja emiten serta keterbukaan informasinya, mengkaji rencana corporate action yang belum mendapat persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Pemantauan BEI terhadap pola transaksi kedua emiten ini masih berlangsung hingga kini.







