Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 05/11/2026 — Persaingan menghimpun dana nasabah dan kenaikan suku bunga simpanan menekan margin bunga bersih perbankan, dengan NIM turun menjadi 4,29% pada September 2026.
- NIM turun menjadi 4,29% pada September 2026 dari 4,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya
- Naiknya suku bunga simpanan meningkatkan biaya dana (cost of fund) perbankan
- Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan OJK terus mencermati dinamika persaingan penghimpunan dana, terutama menjelang akhir tahun
- Profitabilitas perbankan tetap terjaga dengan kenaikan laba tahun berjalan sebesar 6,5% dan RoA 2,43% hingga September 2026
- OJK memprediksi tekanan margin bank akan berlanjut dalam jangka pendek dan dampaknya bervariasi antarbank
Bank margin pressure deepens
“Hal ini tercermin dari net interest margin (NIM) per September 2026 yang tercatat sebesar 4,29%, menurun dibandingkan dengan 4,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Kamis, 05/11/2026.
Naiknya biaya dana akibat suku bunga simpanan yang lebih tinggi mempersempit selisih antara suku bunga kredit dan dana pihak ketiga, sehingga menekan margin bank.
Meski tertekan, profitabilitas perbankan secara umum terjaga hingga September 2026. Laba tahun berjalan meningkat 6,5% dengan return on asset (RoA) sebesar 2,43%.
OJK pun memprediksi tekanan terhadap margin bank berlanjut dalam jangka waktu pendek. “Namun demikian, dampak yang ditimbulkan dapat bervariasi antar bank ini bergantung karakteristik masing-masing bank,” jelasnya.
OJK monitoring and guidance
OJK terus memantau kondisi individual bank, termasuk perkembangan biaya dana (CoF), NIM, ROA, dan rasio efisiensi operasional. Strategi penghimpunan dana perlu terstruktur, terutama penyaluran kredit produktif dan berkualitas, didukung efisiensi operasional.
Kami terus mendorong bank untuk mengelola aset dan likuiditas secara prudent, kata Dian.







