Nasional

Hotspot Nasional Naik Menjadi 160 Titik, Kalimantan Tengah Jadi Fokus

Avatar of Sulsel Times
0
×

Hotspot Nasional Naik Menjadi 160 Titik, Kalimantan Tengah Jadi Fokus

Sebarkan artikel ini
Helikopter melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan
Hotspot Nasional Naik Menjadi 160 Titik, Kalimantan Tengah Jadi Fokus. doc istimewa
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026 — Kementerian Kehutanan mencatat 160 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional dan tetap memusatkan operasi lapangan di Kalimantan Tengah.

Ringkasnya…
  • Hotspot nasional tercatat 160 titik
  • Jumlah meningkat enam titik dalam sehari
  • Kalimantan Tengah mencatat 12 hotspot prioritas
  • Sebanyak 61 armada udara disiagakan
  • Api bawah gambut masih dipadamkan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Data tersebut berasal dari pemantauan SiPongi hingga Jumat malam dan meningkat enam titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pada enam provinsi prioritas, terdapat 12 hotspot di Kalimantan Tengah dan satu hotspot di Kalimantan Selatan.

Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau tercatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kementerian mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kebakaran atau luas lahan terbakar.

Pemadaman gambut masih berlangsung

Pemadaman berlanjut di Sungai Koran dan kawasan Tjilik Riwut kilometer 32 di Palangka Raya.

Operasi juga dilakukan di KHDTK Tumbang Nusa serta sejumlah lokasi di Kabupaten Pulang Pisau.

Kebakaran bawah pada lahan gambut masih memerlukan pembasahan dan penyisiran karena bara dapat bertahan setelah hujan atau saat api tidak terlihat.

Di Kalimantan Selatan, beberapa lokasi telah dinyatakan padam, tetapi asap masih ditemukan di Landasan Ulin Barat.

Operasi udara dan darat tetap berjalan

Sebanyak 61 armada udara mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah.

Armada tersebut terdiri atas 24 pesawat patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 37 helikopter untuk pengeboman air.

Operasi udara berjalan bersama patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan oleh tim gabungan.

Kemenhut meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow